YOWIS BEN 3 (2021) – NAFAS BARU FILM KETIGA

Sekuel sebuah film haruslah mencari formula yang bisa menambah kesegaran film sebelumnya, atau paling tidak mempertahankan performa yang sudah ada. Kesegaran tersebut bisa didapat dari cerita yang lebih menarik, konflik yang berkembang, produksi yang lebih matang, latar yang berbeda atau dari sisi pemain. Yowis Ben III berhasil menambah kesegaran tersebut dengan menghadirkan Putri Ayudya di jajaran pemain, selain mampu mempertahankan performanya dengan karakter-karakter yang sudah melekat, lagu-lagu yang asyik didengarkan dan dialog-dialog yang atraktif.

Putri Ayudya berperan sebagai Mbak Rini, mantan pacarnya Cak Jon (Arief Didu). Bertemunya kembali Cak Jon dengan Mbak Rini menimbulkan konflik baru di tengah karir Yowis Ben yang sedang naik. Cak Jon jadi kurang konsentrasi mengatur peralatan dan jadwal. Hal ini juga merenggangkan hubungannya dengan keponakannya, Bayu (Bayu Skak), pentolan Yowis Ben. Apalagi ternyata Mbak Rini sudah bertunangan dengan Kapten Arjuna (Denny Sumargo) yang secara fisik mengungguli Cak Jon. Selain itu, para personel Yowis Ben juga memiliki masalah masing-masing: Bayu dan Ibunya yang harus cari tempat tinggal baru dan terperangkap dalam cinta segitiga, keluarga Doni (Joshua Suherman) yang terlilit hutang, dan Nando (Brandon Salim) yang ingin kuliah musik di luar negeri. Semua keributan tersebut dibungkus dengan dialog-dialog berbahasa Jawa yang menjadi keistimewaan seri film ini sejak awal. Durasi film ini cukup panjang. Tapi tidak membuatnya lantas membosankan.

Katanya sih Yowis Ben III ini jadi film penutup perjalanan Bayu, Doni dan Nando. Tapi, masa iya. Dengan sambutan yang begitu meriah di tiap filmnya, lagu-lagu yang diminati dan karakter-karakter (baik utama maupun pendukung) yang menarik, Yowis Ben ini layak dijadikan “universe” sendiri. Barangkali sekuel-sekuel selanjutnya, atau spin-off dari karakter-karakter pendukung, baik dalam bentuk film panjang atau mungkin serial.

Share