Mummies merupakan film animasi hasil karya sutradara Jesús García Galocha. Ini merupakan debut pertama ia sebagai sutradara setelah sebelumnya hanya menjabat sebagai Art Director dibeberapa proyek yang ia tangani seperti Tad, the Lost Explore, and the Secret of King Midas; Strings; Tad The Last Explorer.
SINOPSIS
Film ini menceritakan tentang sebuah kota mumi berusia 3000 tahun yang terletak sangat jauh di dalam bumi dan jauh tersembunyi dari dunia.
Meskipun mengangkat cerita tentang mumi yang sejatinya adalah mayat hidup, film ini benar-benar jauh dari kata menakutkan. Justru film ini sangat menghibur dengan cerita yang bisa dikatakan cukup unik.
Film ini bercerita tentang Thut (Joe Thomas) merupakan seorang pengendara kereta kuda Mesir yang terkenal sebagai seorang mumi yang tinggal di dunia bawah yang tidak senang dengan komitmen. Ia bertemu dengan Putri Nefer (Eleanor Tomlinson) yang diminta untuk segera menikah, akibat hal tersebut ia harus mengubur mimpinya untuk menjadi penyanyi selain itu Putri Nefer bisa dibilang suka memberontak dan tidak suka terkekang oleh peraturan.
Sang ayah, Firaun (Sean Bean) lalu mengutus burung phoenix untuk menemukan suami bagi Nefer. Tapi ketika burung tersebut tak sengaja jatuh ke rumah Thut, sehingga ia disuruh menikahi Putri Nefer. Selain diminta untuk menikahi Putri Nefer, Firaun juga menugaskan Thut untuk menjaga cincin pernikahannya jika sampai hilang maka Thut harus membayar dengan mata dan juga lidah ia miliki.
Tapi di luar rencana seorang arkeolog bernama Lord Carnaby (Hugh Bonneville) yang cukup serakah mengetahui tentang keberadaan dunia bawah secara sengaja mengambil cincin pernikahan tersebut. Thut yang menyadari hal tersebut akhirnya bersama adiknya, Sekhem, berserta Croc sang bayi buaya peliharaan kemudian bertualang ke dunia manusia untuk mencari kembali cincin yang hilang tersebut. Mampukah Thut dan teman-temannya menemukan kembali cincin tersebut dan pulang kembali ke kota mumi?
REVIEW
Selain animasi yang dibuat dengan sangat baik Core Animation Studios, Mummies tidak menawarkan hal yang baru di dalam filmnya, latar belakang terciptanya kota mumi tidak terjelaskan dengan baik hingga menimbulkan pertanyaan yang tidak terjawab sampai dengan filmnya selesai. Konflik cerita yang yang ditengahkan di film ini kurang terpresentasikan selain mencari cincin seharusnya bisa juga membahas tentang berani menghadapi perubahan dan juga rasa takut atau persahabatan dengan lebih dalam di dalam ceritanya.
Karakter-karakter didesain dengan cukup lucu dan menarik namun komedi yang dimunculkan kurang begitu bisa membuat penonton tertawa, tetapi bagi anak-anak, animasinya penuh dengan warna sudah cukup memanjakan mata yang bisa menghibur mereka. Selain itu lagu-lagu yang ditampilkan di film ini sangatlah enak didengar dan bisa membuat kita bergoyang.
Sebenarnya karakter-karakter pendukung seperti Shekem dan buayanya yang bernama Croc memiliki potensi untuk menjadi scene stealer di film ini. Namun sayangnya kurang dimaksimalkan dengan baik. Atau Ed sang produser musik juga selain karakter yang bakal menjadi penolong didalam perjalanan para tim Mumi.
Oh iya jangan buru-buru keluar studio, karena ada satu after credit scene dibagian paling akhir yang cukup lucu buat disaksikan.
Overall, Mummies merupakan film animasi yang menyenangkan serta dilengkapi dengan adegan-adegan yang lucu, seru, dan juga konyol, selain itu juga dihiasi dengan lagu-lagu catchy yang enak untuk didengar.
Para “the mummies” tidak hanya berhasil menghibur para penonton tetapi juga memberikan arti sebuah persahabatan, hingga pesan untuk berani menghadapi rasa takut walaupun tidak tersirat secara langsung kepada penonton.
Film animasi Mummies akan segera tayang di bioskop Indonesia mulai tanggal 20 Januari 2023.





