SEPERTI DENDAM, RINDU HARUS DIBAYAR TUNTAS (2021) – GAMBARAN TENTANG SITUASI-SITUASI REPRESIF YANG HENDAK DISAMPAIKAN

Setelah penantian panjang, akhirnya novel karya Eka Kurniawan “Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas” selesai juga diproduksi dalam bentuk film. Proses adaptasi novel ini kabarnya berbarengan dengan “Aruna & Lidahnya”. Namun yang rampung terlebih dahulu adalah film yang dibintangi Dian Sastrowardoyo dan Nicholas Saputra tersebut. Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas merupakan film ketiga yang diproduksi Palari Films setelah Aruna & Lidahnya (yang berjaya memenangkan dua Piala Citra di antara sembilan nominasi pada Festival Film Indonesia 2018). Film ini juga merupakan film panjang kelima yang disutradarai Edwin. Adaptasi Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas ini disebut oleh produser Meiske Taurisia sebagai adaptasi lepas dari novelnya karena isi film tidak sama persis dengan alur di buku.

Sebagai informasi tambahan, biaya produksi film ini juga ditopang oleh dana sebesar US$15.000 yang didapat sebagai ganjaran atas kemenangan naskah film dalam kategori Busan Award di Asian Project Market, Festival Film Internasional Busan 2016. Sebelumnya naskah film A Copy of My Mind arahan Joko Anwar juga berhasil mendapat dana sebesar US$10.000 untuk kemenangannya di kategori CJ Entertainment Award pada festival film yang sama

Dari awal pengumuman pemain hingga meraih penghargaan di kancah internasional, film Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas sangat menarik perhatian. Kembalinya Ladya Cheryl yang berperan sebagai Iteung, menandakan kembalinya ia ke dunia akting setelah terakhir kali membintangi Postcards from the Zoo (2012) yang juga disutradarai Edwin. Selain Ladya Cheryl, Marthino Lio, Sal Priadi, Reza Rahadian dan Ratu Felisha juga ikut serta bermain dalam film yang menang di ajang Locarno International Film Festival pada Agustus 2021.

SINOPSIS

Film ini bercerita tentang Ajo Kawir, seorang jagoan yang tak takut mati. Hasratnya yang besar untuk bertarung didorong oleh sebuah rahasia karena dirinya impoten. Ketika berhadapan dengan seorang petarung perempuan tangguh bernama Iteung, Ajo babak belur hingga jungkir balik, dan dia jatuh cinta. Akankah Ajo menjalani kehidupan yang bahagia bersama Iteung atau justru berdamai dengan dirinya sendiri?

REVIEW

Dialog antara Marthino Lio, Ladya Cheryl, Reza Rahadian, Sal Priadi dan Ratu Felisha tenyata begitu apik di sepanjang film. Totalitas Marthino sangat terlihat di film ini. Walau lagi dan lagi sosok Reza Rahadian – meski hanya sebagai pendukung – masih terlihat lebih prima. Ratu Felisha yang pernah mencuri perhatian dalam film Something In The Way bersama Reza Rahadian (Sutradara Teddy Soeriaatmadja), ternyata mampu mencuri perhatian sebagai Jelita yang misterius.

Teknik pengambilan gambar dalam film Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar tuntas bisa dibilang menjadi kunci. Jika saja tidak dibuat dengan konsep yang klasik, sepertinya kurang menarik hasil akhirnya. Sangatlah wajib untuk mengapresiasi film ini dengan menontonnya di bioskop. Rasa sinematik yang ditawarkan film ini rasanya akan jarang terjadi di perfilman Indonesia hingga 5 tahun ke depan. Bravo untuk seluruh crew, pemain dan sutradara film Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas!

SUMMARY

Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas lugas dalam berbagai sisi: akting para pemain dalam karakter uniknya masing-masing, gaya era keemasan orde baru, dialog mengikuti EYD (Ejaan Yang Disempurnakan) dan gambaran tentang situasi-situasi represif yang disampaikan.

Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas akan tayang di bioskop mulai tanggal 2 Desember 2021.

Share