Sutradara Alejandro G. Iñárritu kembali lagi dengan karya terbarunya yang berjudul Digger, setelah sebelumnya memenangkan penghargaan Academy Award melalui Birdman pada tahun 2014 dan The Revenant pada tahun 2015. Cerita Digger akan memadukan tentang bencana alam akibat kerusakan yang diakibatkan oleh manusia, dan juga drama kehidupan serta kritik terhadap isu sosial, politik dan kapitalisme. Film ini dibintangi para aktor kawakan dan langganan nominasi seperti Tom Cruise, Riz Ahmed, John Goodman, Sandra Hüller, Michael Stuhlbarg, dan Jesse Plemons.

SINOPSIS
Digger Rockwell (Tom Cruise) adalah seorang taipan minyak Texas yang mempunyai kekuasaan karena dia adalah orang yang menguasai industri minyak, oleh karena itu bisa menguasai Amerika dan mungkin dunia. Tetapi pada suatu hari suatu kejadian akibat meledaknya kilang minyak yang ia miliki di Greenland, sehingga menyebabkan patahan es selebar 400 mil yang diberi nama “Judy” mulai mengapung menuju benua Eropa. Kini Digger mencoba mencari cara untuk mengatasi masalah tersebut hingga mencoba meyakinkan pemerintah dan juga masyarakat bahwa ia bisa memberikan solusi dan juga jalan tengah untuk semua pihak.

REVIEW
Dengan sentuhan satir dan juga dark comedy, cerita Digger menurut penulis merupakan kritikan terhadap isu sosial, perubahan iklim dan juga keserakahan manusia. Dimana Digger yang dibawakan dengan luar biasa oleh Tom Cruise digambarkan dengan karakter yang serakah, ambisius. arogan, dan keras kepala. Akting Tom Cruise di Digger dimainkan dan diukir dengan terampil. Jadi buat generasi sekarang-sekarang yang lebih banyak melihat Tom Cruise melakukan adegan di film-film action, di Digger kalian akan menyaksikan Tom Cruise di era 80-an dan 90-an dimana ia banyak terlibat di dalam film drama.
Untuk latar belakang filmnya tidak terlalu dijelaskan di dalam filmnya, tetapi kita akan diperlihatkan kehidupan Digger yang tinggal dirumah mewah dan megah ditemani dengan kucingnya yang sekarat yang bernama Maggie, keadaan berbalik setelah eksploitasi alam bertahun-tahun yang menjadi titik awal dari keseruan film ini, dari pengeboran asal-asalan, gas metana yang lepas kendali, sehingga perdebatan yang tidak memihak kepada sisi kemanusiaan.

Dalam menikmati cerita Digger penonton harus ikut menyelami dialog-dialog panjang dari para karakter-karakternya, dari dialog tersebut terkadang ada yang membuat tergelitik, ada juga yang membuat miris karena seperti melihat yang sedang terjadi di dalam kehidupan nyata di dunia tetapi dibawakan dengan satir. Isi dan percakapan dari film ini dipastikan akan mengundang perdebatan dan menciptakan ruang diskusi dikalangan sinefil ataupun kritikus film. Karena filmnya sendiri memang blak-blakan, dan seakan ingin menelanjangi para kaum kapitalis hingga pemerintah yang dianggap tidak becus dalam mengatasi masalah.
Sutradara Iñárritu, yang menulis skenario film ini bersama Alexander Dinelaris, Nicolás Giacobone, dan Sabina Berman, seakan ingin menyampaikan aspirasi dan juga kritik kepada pihak-pihak yang ingin mereka “sentil” didalam fillm ini. Mungkin beberapa adegan akan cukup mengintimidasi dan yang lainnya akan menginspirasi atau hanya akan dianggap sebagai bahan bercandaan seperti angin lalu.

Dari sisi teknis seperti visual yang dikerjakan oleh Emmanuel Lubezki yang sudah sering bekerja sama dengan Iñárritu berhasil menghadirkan visual kelas tinggi. Dari presisi, sudut pengambilan gambar, hingga gambar yang “berbicara” dimainkan dan dikerjakan dengan apik. Departemen scoring dari Cosmo Sheldrake juga menghasilkan alunan musik yang mengalun dengan suram sekaligus emosional seiring dengan beberapa adegan.
Digger tampil dengan membawa semangat dan juga penuh amarah, film ini tidak hanya menjual hiburan, tetapi sekaligus hendak memberikan kesadaran terhadap penontonnya. Selain didukung penampilan apik para aktornya, pesan-pesan didalamnya cukup mendalam dan sangat berani.

Digger tayang di bioskop Indonesia Jumat, 2 Oktober 2026.