PLANE (2023) – KELUAR MULUT HARIMAU, MASUK MULUT BUAYA

Di malam tahun baru, Kapten Pilot pesawat komersil Trailblazer, Brodie Torrance (Gerard Butler), terpaksa harus melewatkan pernikahan putrinya di Maui demi menerbangkan pesawat dari Manila ke Jepang. Bersama ko pilot Samuel Dele (Yoson An), Brodie terpaksa harus melewati badai demi menghemat biaya bahan bakar karena hanya membawa 14 penumpang saja, termasuk seorang narapidana pembunuh bernama Gaspare (Mike Colter) yang hendak dipindahkan tahanannya.

Malangnya badai petir membuat mesin dan navigasi pesawat rusak hingga memaksa Brodie mendaratkan pesawat di pulau antah berantah tanpa peta dan GPS. Keberuntungan Brodie mendaratkan pesawat tidak berlanjut karena mereka mendarat di sebuah pulau yang dikuasai para separatis bersenjata yang sangat berbahaya. Brodie pun terpaksa harus mengambil berbagai langkah untuk bertahan dan menyelamatkan diri dan para penumpang dari para separatis bersenjata di pulau tersebut.

Tidak hanya mengandalkan adegan aksi saat berusaha kabur dari kejaran separatis Filipina, Plane juga menghadirkan ketegangan saat pesawat harus mendarat darurat dan memperlihatkan bahayanya tidak berada di tempat duduk saat turbulence. Beberapa adegan mampu membuat kita menahan napas hingga bertepuk tangan. Memilih Gerard Butler sebagai pemeran utama jelas pilihan tepat. Dia bisa menjadi karakter bapak-bapak biasa dan di saat terjepit, bisa menjadi sosok pahlawan. 

Kelebihan dari Plane ada pada bagaimana berhasil membangun momen-momen situasi yang menegangkan dan membuat penontonpun ikutan merasan momen ketegangan tersebut. Lebih-lebih pada 30 menit terakhir filmnya yang benar-benar berhasil memberikan momen thrilling pada penonton.

Plane sebuah action-thriller yang secara keseluruhan memnag tidak luar biasa, namun masih berhasil tampil menggigit. Menggabungkan elemen film bertema bencana dengan action menjadi keseruan tersendiri. Jika kamu tidak bereskpetasi muluk-muluk dan mencari hiburan yang menyenangkan, maka Plane adalah jawabannya.

Share