MEDIEVAL (2022) – JAN ŽIŽKA DAN TAKTIK PERANGNYA

Setiap negara punya pahlawan dan cerita heroiknya masing-masing. Bagi Ceko, Jan Žižka adalah pahlawan tersebut yang dikisahkan tidak pernah kalah dalam berperang. Walaupun di sepanjang perjuangannya ia harus kehilangan dua matanya. Jan Žižka memiliki taktik perang yang tidak konvensional. Bahkan ia berinisiatif menggunakan wagon tradisional sebagai kendaraan perang yang diisi dengan berbagai senjata. Taktik ini dianggap mengilhami lahirnya tank-tank perang. Selain wagon bersenjata, ia juga melatih prajuritnya sesuai dengan keahlian mereka dan mampu membuat pertahanan walau dari kayu-kayu pohon. Contoh-contoh taktik perangnya ini bisa kita lihat di film Medieval yang disutradarai oleh Petr Jákl.

photo by Stanislav Honzik

Film Medieval bercerita tentang masa muda Jan Žižka (Ben Foster) sebelum menjadi pemimpin pergerakan Hussite yang tak terkalahkan. Di masa itu, ia menjadi pasukan khusus Lord Boresh (Michael Caine) untuk melindunginya dan sang raja. Lalu datanglah misi khusus dimana Jan serta pasukannya harus menculik putri Katherine (Sophie Lowe) yang merupakan tunangan dari Raja Rosenberg (Til Schweiger). Misi ini dianggap bisa mempermudah jalan Wenceslas IV (Karel Roden) meraih tahta kekaisaran Roma. Jan pun berhasil menculik Katherine. Tapi akibatnya ia harus terlibat dengan perang politik para penguasa dan harus berperang melawan para prajurit utusan Raja Sigismund (Matthew Goode) yang keji dan menuruti apapun perintah sang raja.

photo by Stanislav Honzik

Misi ini seolah menjadi titik bangkitnya sosok Jan Žižka yang disegani dalam sejarah Ceko. Apalagi di dalam perjalanannya ia musti kehilangan orang-orang terkasih. Kita bisa merasakan remuk perasaannya. Bersamaan dengan itu, kita juga bisa merasakan caranya susah payah menyembunyikan perih.

Medieval menggambarkan peperangan yang dilalui Jan dengan sangat eksplisit. Penonton akan melihat sabetan-sabetan pedang, panah-panah yang menghunus, serta batu-batu besar yang menggerus tubuh dengan begitu nyata. Darah dari berbagai luka dan pembantaian pun menjadi salah satu sajian utama. Bahkan ada beberapa adegan kekerasan yang menurut penulis cukup disturbing. Yang menarik tentunya penggambaran taktik perang Jan yang lihai dan detil aba-aba yang ia perintahkan pada pasukannya. Di salah satu adegan, dimana Jan dan pasukannya harus menghadapi musuh-musuh berkuda dengan senjata lengkap, disatukanlah wagon yang menutup jalan mereka dan diisi dengan senjata seadanya. Cara-cara Jan ini membuat ia dan pasukannya mampu membuat musuh mereka kewalahan.

photo by Stanislav Honzik

Sementara para bawahan berperang secara fisik dan mengorbankan nyawa mereka, orang-orang di atas asyik membangun intrik politik dan memperebutkan kekuasaan. Bahkan ada yang menggunakan agama sebagai alat. Keadaan tersebut seolah masih relevan sampai sekarang bahkan terjadi di berbagai tempat. Sehingga tidak heran, perang masih terjadi dimana-mana. Entah perang yang terlihat jelas di depan mata atau perang yang diam-diam tanpa suara.

Film Medieval segera tayang di bioskop Cinema XXI.

Share