Haruka Nanase kembali lagi bersama teman-temannya, melanjutkan kisah mereka yang menggantung di film Free! The Final Stroke part 1 yang tayang tahun lalu. Di part 2 ini, Haruka harus menemukan jati dirinya yang sebenarnya sebelum obsesinya semakin mengalahkan akal sehatnya dan membuatnya tidak bisa bertanding lagi. Dengan bantuan dari teman-temannya, Haruka akan menemukan apa yang sebenarnya ia cari dan ia butuhkan untuk melanjutkan langkahnya di dunia renang.
Free! The Final Stroke part 2 ini menjadi penutup yang manis untuk film ini. Masih dengan karakter-karakter sama yang begitu disukai penggemarnya, Free! The Final Stroke part 2 menyajikan sense nostalgia kepada penggemar Free yang mengikuti kisah perjalanan Haruka dari masa SMA hingga saat ini ia bisa bersanding di kejuaraan dunia. Dibanding dengan film pertamanya, Free part 2 ini terasa lebih fokus dengan konflik internal Haruka. Penonton diajak menyelami isi pikiran Haruka yang sebenarnya penuh dengan keraguan.
Hubungan antara karakter juga dibuat lebih fokus dibanding dengan film pertamanya. Di film terakhir ini, cerita berfokus pada tiga karakter utama, yaitu Haruka, Makoto, dan Rin. Hal ini membuat cerita terasa lebih fokus dan tidak membuang-buang waktu untuk mengembangkan karakter yang sebenarnya tidak berpengaruh pada plot utama cerita.
Namun sama seperti film sebelumnya, Free! The Final Stroke part 2 ini masih memiliki masalah yang sama, yaitu pacing. Klimaks film jatuh di paruh awal film sehingga paruh akhir terasa sedikit kendor dan penuh dengan adegan montage yang diiringi lagu yang sangat catchy, sampai lagunya terus menyangkut di telinga penulis bahkan setelah film selesai. Dan walaupun tidak sebanyak film sebelumnya, film ini juga dipenuhi dengan bits yang sebenarnya tidak memberi pengaruh pada plot utama cerita, sehingga terkadang film jadi terasa sedikit draggy.
Hal lain yang mengganggu penulis adalah karakter Albert yang seharusnya menjadi antagonis utama dalam film ini. Karakternya baru muncul di sepertiga akhir cerita dan tidak ada development yang berarti dalam rivalitas mereka berdua dari film sebelumnya. Hal itu membuat kemenangan Haruka atas Albert di event relay terasa terburu-buru dan tidak memuaskan. Albert terkesan seperti token villain yang wajib ada dalam film olahraga; di mana menurut saya hal ini sangat disayangkan. Albert – yang digambarkan sebagai jukstaposisi dari Haruka – seharusnya memiliki potensi yang besar untuk menunjukkan character growth Haruka. Namun sayang sekali Albert hanya dikalahkan oleh the power of friendship dari tokoh utama kita.
Secara keseluruhan, Free! The Final Stroke part 2 ini adalah homage yang menyenangkan untuk ditonton para penggemar serial Free. Tokoh-tokoh yang likeable dan cerita yang ringan membuat durasi 90 menit di bioskop tidak terasa. Ditambah lagi dengan animasi dari Kyoto Animation yang sangat smooth dan scoring yang catchy membuat film ini menjadi hiburan tersendiri untuk penggemar anime.
Free! The Final Stroke part 2 akan tayang di bioskop mulai tanggal 12 Agustus 2022.

De roeping van de mens is mens te zijn. – Multatuli


