Asterix & Obelix hidup damai di Gallia dengan kawan-kawannya yang gak kalah lucu. Tapi terkadang mereka harus menjelajah dataran lainnya demi sebuah misi. Misi-misi tersebut antara lain: membantu Numerobis untuk membangun istana Cleopatra di Mesir (animasi Asterix and Cleopatra, 1968 dan live-action Asterix & Obelix: Mission Cleopatra, 2022), mendukung sebuah desa di Inggris melawan Julius Caesar (animasi Asterix in Britain, 1986 dan live-action Asterix and Obelix: God Save Britannia, 2012), bertemu suku asli Amerika dalam animasi Asterix Conquers America (1994), menyelamatkan Justforkix di Norwegia dalam animasi Asterix and the Vikings (2006), dan misi terbaru Asterix & Obelix adalah pergi ke dataran Cina demi membantu Putri Fu Yi merebut kerajaannya kembali dalam film live-action kelima: Asterix & Obelix: The Middle Kingdom.
Dalam kisah ini pun kita dipertemukan dengan tokoh-tokoh baru yang nama-namanya tidak kalah lucu dan seperti karakter lainnya digunakanlah teknik humor paronomasia untuk membuat nama-nama mereka terdengar tidak asing dengan hal-hal populer yang kita kenal. Ada Den Tsin Qin si pengkhianat, Epidemais, Assurancetourix, Titanix, Remix dan tak kalah menarik kemunculan pemain bola terkenal Zlatan Ibrahimovic sebagai Antivirus, prajurit super kuat milik Julius Caesar.
Selain misi utama Asterix & Obelix untuk membantu Putri Fu Yi, konflik lainnya adalah krisis kepercayaan diri Asterix dalam menggunakan kekuatannya. Ia berusaha untuk mengandalkan dirinya dalam melakukan banyak hal tanpa perlu menenggak ramuan ajaib milik Getafix. Tapi hal itu tentu jadi tantangan yang sangat besar mengingat ia juga akan melawan musuh yang sangat kuat.
Apalagi nantinya Den Tsing Qin juga bersekutu dengan Julius Caesar (Vincent Cassel) yang tengah galau ditinggal oleh Cleopatra (Marion Cotillard). Asterix ternyata juga menyukai Putri Fu Yi yang membuat ia bersaing dengan Grandemais. Sementara Obelix malah makin dekat dengan saingannya tersebut.
Sepanjang perjalanan ke dataran Cina, tentu banyak kejadian-kejadian lucu dan menjadi trademark komedi bagi orang-orang Gallia ini, seperti halnya di film-film sebelumnya yang sarkastik serta menggunakan tokoh-tokohnya sebagai karikatur. Banyak humor-humor yang berhubungan dengan Perancis atau daerah-daerah sekitarnya yang sayang sekali kadang tidak sampai pada banyak penonton.
Hal ini diakali dengan proses penyulihan suara ke dalam Bahasa Inggris yang mau tidak mau juga ada nama-nama yang berubah dan joke yang barangkali disesuaikan. Bagi penggemar Asterix & Obelix yang biasa menonton petualangan mereka dengan bahasa asli, versi dubbing ini tentu jadi gangguan. Tetapi bagi penonton yang menginginkan hiburan dan bersenang-senang di bioskop dengan film yang mereka bisa ikuti, Asterix & Obelix: The Middle Kingdom bisa memuaskan mereka.
Lupakanlah hubungan sejarah dan adegan-adegan ajaib yang sering bikin geleng-geleng kepala. Cobalah relax dan relakan diri dibawa berlari, berlayar sampai melayang di udara.
Asterix & Obelix: The Middle Kingdom bakal tayang di bioskop mulai 28 April 2023 di Cinema XXI.

Tinggal di Planet Bekasi!





