LUKA, MAKAN, CINTA (2026) – ROMAN BERLATAR KULINER BIKIN LAPER SEKALIGUS BAPER

Netflix menggebrak di sepertiga tahun 2026 dengan sebuah serial orisinil Indonesia Luka, Makan, Cinta karya Teddy Soeria Atmadja (Lovely Man, Dopamine). Memiliki 8 episode dengan genre komedi roman, serial Luka, Makan, Cinta punya latar yang menarik yakni kuliner, yang terhitung langka dipakai dalam industri film Indonesia.

Memiliki akar cerita ambisi, warisan, profesionalisme dan kreativitas dalam mencipta, serial yang dibintangi Mawar de Jongh, Deva Mahenra, Adipati Dolken, Asmara Abigail dan Sha Ine Febriyanti ini dapat disaksikan lewat streaming hanya di Netflix.

FOOD MADE WITH LOVE AND PASSION

Bertahun-tahun sukses mengelola dan memimpin restoran Umah Rasa, Chef Sari (Sha Ine Febriyanti) yang mulai kehilangan indera perasa merasa sudah waktunya pensiun dan fokus memeriksakan kesehatannya. Sang putri sekaligus Sous Chef, Luka (Mawar de Jongh) pun siap ‘naik takhta’ mengambil alih restoran.

Sayangnya, Sari malah memilih Chef Dennis (Deva Mahenra) sebagai penggantinya. Dengan hati yang terluka, Luka menyampaikan kekecewaannya dan harus menerima kenyataan bahwa ia dinilai belum siap. Situasi dapur Umah Rasa lebih panas dari biasanya. Apakah Luka bisa bekerjasama dengan Dennis? Bagaimana nasib Umah Rasa sepeninggal Sari?

ONLY LOVE, NO ROOM FOR ANGER AND ENVY

Dalam sebuah premis yang berkutat di sebuah restoran dengan karakter utama para chef, serial Luka, Makan, Cinta benar-benar memanfaatkannya untuk menampilkan berbagai kreasi makanan dan kreativitas berbagai proses kegiatan memasak dalam rangkaian beauty shots nan cantik dan elegan.

Penggunaan shot dalam proses memasak seperti memotong sayuran, menggoreng, memasak daging atau plating makanan di beberapa adegan transisi hingga akhirnya makanan disajikan pun menambah citarasa dalam serial drama keluarga berbumbu roman yang tak hanya sedap ditonton, tapi juga nikmat diresapi.

Kami tidak berlebihan dalam mengulas serial Luka, Makan, Cinta ini, sepanjang menonton episode per episode, selalu ada rasa lapar yang timbul dari melihat menu demi menu yang ada di layar, bahkan hanya saat melihat proses memasaknya. Semua terlihat riil dan believable. Para aktornya seakan benar-benar chef profesional.

Tak heran memang, karena dalam kesempatan wawancara, sutradara Teddy Soeriaatmadja menceritakan bahwa seluruh pemain dan kru yang terlibat dalam Luka, Makan, Cinta diwajibkan ikut dalam workshop memasak profesional demi mencapai hasil tangkapan gambar memasak se-profesional mungkin dari para aktornya. Begitu pula dengan ragam menu makanannya yang merupakan hasil konsultasi dengan chef profesional yang berpengalaman.

Keputusan Teddy untuk memaksimalkan konsentrasi teknik visual di sisi latar kulinernya terbilang sangat tepat mengingat secara premis cerita, tidak ada yang baru dan berbeda. Kisah soal warisan, persaingan, hubungan disfungsional ibu-anak, serta cinta yang tumbuh dari rasa benci bukanlah hal yang baru. Tetapi ramuan berbagai akar cerita tersebut jadi terasa mengasyikkan untuk ditonton dengan pembagian episode yang presisi.

Karakterisasi juga jadi hal yang penting. Sosok Luka yang lovable bisa jadi menyebalkan saat ambisinya mempengaruhi kondisi dapur, pun begitu dengan Dennis yang profesionalismenya kadang bikin kesal, namun jadi simpatik saat berada di luar dapur. Mawar dan Deva berhasil memainkan karakter mereka dengan baik, sehingga penonton bisa bergantian mendukung keduanya sampai ujung episode.

Sosok Sari jadi yang paling unggul dengan keteguhan hati, keberanian dan ketabahannya menghadapi kenyataan bahwa ia tak lagi mampu memasak dan menyerahkan perjuangan Umah Rasa pada sosok lain di luar darah dagingnya. Satu karakter lain yang menonjol adalah Gita, sahabat Luka yang dimainkan oleh Asmara Abigail. Sifat ceplas-ceplos dan open minded-nya sedikit banyak menambah eleman komedi dan mempengaruhi Luka dalam mengambil keputusan. Sebuah karakter sidekick yang berkesan.

Overall, 8 episode Luka, Makan, Cinta adalah racikan Teddy Soeria Atmadja yang ringan tapi mengenyangkan. Paduan bumbu ambisi, pengkhianatan, penerimaan diri, serta kematangan berpikir yang muncul dari perkembangan pola pikir karakternya membuat dinamika di dapur sebuah restoran terefleksikan jelas di serial ini.

Serial romance comedy Luka, Makan, Cinta bisa kalian saksikan hanya di Netflix.

Share