MADU MURNI (2022) – HARTA YANG PALING BERHARGA (BUAT LELAKI) ADALAH?

“Gue ini lelaki!”

Sungut Mustaqim (Ammar Zoni) mencoba menegaskan posisinya di rumah tangga dan menolak bantuan istrinya, Murni (Irish Bella). Seolah jika ia mengalah sekali saja, kejantanannya sebagai lelaki akan luntur tak tersisa. Padahal untuk mempertahankan hartanya yang paling berharga tersebut, Mustaqim memilih menikah lagi dengan Yati (Aulia Sarah), perempuan yang ia harap bisa mengukuhkan posisinya dalam rumah tangga dan mampu memberikannya keturunan. Pasca pernikahan tersebut, bersamaan dengan remuknya hati Murni, kehidupan Mustaqim malah semakin runyam dan kejantanannya dipertanyakan.

Mustaqim mencoba berbagai cara untuk mengembalikan kejantanannya, sampai-sampai Yati membawanya ke dukun. Tapi kamar pengantin tersebut selalu saja berisi kekecewaan dan Yati yang semakin marah karena belum juga mendapat kepuasan. Hari-hari Mustaqim semakin di luar kendali lantaran kendala yang ia dapatkan dalam pekerjaannya sebagai penagih hutang. Jika biasanya sedikit kekerasan yang dilakukan rekannya, Rojak (Tanta Ginting) berhasil membuat sasarannya ciut. Kali ini semua itu tidak berlaku sama sekali. Lagi-lagi kejantanan Mustaqim sebagai lelaki semakin tidak memberikan pengaruh.

Nama Musfar Yasin sebagai penulis skenario film Madu Murni memiliki daya tarik sendiri bagi film ini (selain diarahkan oleh Sutradara dan Penulis handal, Monty Tiwa). Sang peraih 3 Piala Citra akhirnya muncul lagi di dunia perfilman setelah selang beberapa kali menulis skenario untuk FTV Sinema Wajah Indonesia. Jika biasanya beliau berkisah tentang kondisi sosial masyarakat dengan sindiran-sindiran terhadap berbagai kebijakan, dengan bumbu komedi dicampur drama yang terasa getir, dalam Madu Murni beliau mengangkat isu posisi lelaki dan perempuan dalam rumah tangga. Baik dalam peran suami dan istri dalam hal pencarian nafkah sampai hasrat seksual. Ada adegan dan dialog-dialog yang diupayakan mengundang tawa. Beberapa berhasil, namun ada juga yang terasa hambar. Namun ciri khas beliau dalam menghadirkan kondisi masyarakat yang tinggal di gang-gang sempit masih terasa. Ditambah arahan dari Monty Tiwa, kehidupan para tetangga sekitar dengan gosip-gosipnya bisa direalisasikan.

Akting Aulia Sarah sebagai Yati yang centil patut diapresiasi lebih. Ia menjadi daya tarik dalam menghidupkan konflik utama film ini. Penampilan Tanta Ginting dengan suaranya yang diubah demi sosok Rojak pun sering mencuri perhatian dengan caranya berbicara dan marah-marah.

Madu bisa digunakan sebagai campuran obat tradisional yang (katanya) bisa mendongkrak kejantanan. Tapi sampai kapan kejantanan fisik itu jadi harta yang paling berharga buat lelaki?

Film Madu Murni akan tayang di bioskop mulai 30 Juni 2022.

Share