LEMBAGA WARKOP DKI MENGIMBAU UNTUK BERKREASI DENGAN MENGHORMATI HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL DAN TATA KRAMA

Beberapa waktu belakangan, masyarakat disuguhkan dengan tontonan di mana terdapat 3 (tiga) orang yang berwajah mirip dengan personil Warkop DKI yaitu Dono (Alm), Kasino (Alm), dan Indro yang telah memerankan karakter Dono, Kasino, Indro, serta menamakan diri mereka sebagai “Warkopi”. Warkopi telah membuat beberapa film pendek di media Youtube, ataupun Instagram, serta telah beberapa kali muncul di Televisi Nasional dengan menggunakan nama Dono, Kasino, dan Indro.  Menurut kami, penggunaan nama “Warkopi” bukan tanpa tujuan, di mana nama tersebut dibuat mirip dengan nama “Warkop DKI”.

Lembaga Warkop DKI menghargai dan mengapresiasi setiap kreativitas dan karya anak bangsa, akan tetapi patut disayangkan, Warkopi dalam melaksanakan kegiatannya, sama sekali belum memperoleh ataupun meminta izin dari Lembaga Warkop DKI, Keluarga Warkop DKI dan Indro Warkop sebagai personil yang masih hidup. Padahal, Lembaga Warkop DKI adalah pemegang hak eksklusif yang sah atas merek/nama “Warung Kopi Dono Kasino Indro” atau biasa dikenal masyarakat dengan nama “Warkop DKI”. Serta, secara etika adalah layak dan tidak berlebihan apabila Warkopi dapat meminta izin terlebih dahulu guna mencegah terlukanya hati keluarga personil Warkop DKI dan Indro Warkop atas tayangan yang dipertontonkan oleh Warkopi.

Lembaga Warkop DKI sangat menyayangkan tindakan Warkopi beserta dengan manajemen yang menaunginya. Terlebih, tindakan dari Warkopi juga telah mengakibatkan Lembaga Warkop DKI dirugikan akibat mendapatkan pertanyaan dan keberatan dari PT Falcon sebagai pihak yang memiliki perjanjian eksklusif dengan Lembaga Warkop DKI, dimana PT Falcon telah diberikan hak untuk menggunakan (termasuk juga hak komersial) dari Warkop DKI.  PT Falcon meminta kepada Lembaga Warkop DKI agar permasalahan ini dapat segera diselesaikan mengingat adanya agenda produksi film-film (layar lebar serta series) berikutnya dari Warkop DKI.

Sebagai tambahan informasi, pada tanggal 10 September Lembaga Warkop DKI sebenarnya telah menerima email dan surat dari manajemen Warkopi untuk bertemu guna meminta pandangan dan saran terkait munculnya figur-figur yang mirip dengan personil Warkop DKI di Stasiun TV Swasta. Akan tetapi, patut disayangkan Warkopi sudah tampil dahulu di media baru berkirim surat kepada Lembaga Warkop DKI. Dengan semangat untuk mendukung kreativitas anak bangsa, Lembaga Warkop DKI telah membalas surat dari Manajemen Warkopi serta meminta informasi terkait beberapa hal, seperti apakah sebelumnya telah ada tayangan kepada publik, termasuk di stasiun TV mana saja serta harapan konkrit manajemen Warkopi atas pertemuan yang diusulkan. Dalam surat tanggapan, Lembaga Warkop DKI juga meminta agar Warkopi menghentikan dulu kegiatan mereka sampai diskusi selesai. Atas surat tanggapan yang dikirimkan, Lembaga Warkop DKI tidak memperoleh tanggapan yang kooperatif dan positif dari manajemen Warkopi.

Kejadian ini sangatlah disayangkan dan tidak mencerminkan penghargaan tertinggi atas Hak Atas Kekayaan Intelektual serta penghargaan kepada Keluarga Personil Warkop DKI. Sehingga, Lembaga Warkop DKI memandang perlu untuk mengimbau dan meminta kepada Warkopi beserta dengan Manajemen yang menaunginya agar dalam waktu 1 minggu sejak tanggal press release ini untuk menghentikan semua kegiatan komersial dalam bentuk apa pun dengan menggunakan nama “Warung Kopi Dono Kasino Indro” termasuk penggunaan nama Dono (Alm.), Kasino (Alm.), Indro. Selain itu, kepada masyarakat umum (termasuk di dalamnya stasiun televisi yang telah menayangkan Warkopi), juga tidak berlebihan untuk meminta agar sementara tidak menyebarkan tayangan-tayangan serupa ataupun menurunkan materi yang sudah menayangkan Warkopi, mengingat saat ini banyak sekali ditemukan oleh Lembaga Warkop DKI tayangan-tayangan yang semakin memberikan informasi yang keliru, termasuk di dalamnya Pak Indro dinyatakan mendukung tayangan yang memunculkan Warkopi, dan lain sebagainya.

Pada akhirnya, inisiatif dari Lembaga Warkop DKI pada kesempatan ini janganlah ditafsirkan sebagai suatu bentuk pembatasan atas karya anak bangsa. Sebagaimana telah disampaikan, Lembaga Warkop DKI sangat menghargai dan mengapresiasi setiap kreativitas dan karya anak bangsa. Akan tetapi, Lembaga  Warkop  DKI sangat berkeberatan apabila jerih payah  Dono, Kasino, dan  Indro selama 48 tahun dengan mudahnya ditiru dan dikomersilkan tanpa sepengetahuan dan persetujuan dari Lembaga Warkop DKI serta Keluarga Personil Warkop DKI. Perjuangan ketiga ayah kami sampai ke puncak karir tidak dilalui secara instan. Bahkan sampai saat ini, salah satu ayah kami, Indro Warkop, dengan dedikasinya masih berjuang mengibarkan bendera Warkop DKI. Ia menganggap Warkop bukan sekadar grup lawak, melainkan sebuah keluarga yang dicintainya. Sebagai personil terakhir Warkop yang masih hidup, ia memegang amanah besar untuk menjaga nama baik Warkop DKI. Bahkan, untuk hal-hal yang berkaitan dengan Warkop DKI, ia selalu melibatkan dan meminta izin kepada keluarga personil Warkop DKI yang telah meninggal dunia. Karena bagi Indro, Dono dan Kasino ialah sosok kakak yang disayanginya. Indro Warkop menghormati etika dan tata krama dalam berkesenian  dan  berkarya. Sebab,  ia  tak  hanya  sebatas mencari  uang  tetapi  keberkahan  untuk keluarganya.

Share