“PERANG KOTA” – FILM TERBARU MOULY SURYA AKAN DIPRODUSERI STARVISION DAN MENDAPATKAN PEMBIAYAAN DARI 4 NEGARA

Setelah mendapatkan pembiayaan dari 4 negara kini rumah produksi Kharisma Starvision Plus dan produser Chand Parwez Servia juga akan ikut bergabung memproduksi film terbaru sutradara Mouly Surya yaitu Perang Kota.

“Kami memulai pembicaraan film Perang Kota dengan Starvision sejak akhir 2019. Sebuah kehormatan di awal tahun ini akhirnya bisa menyepakati kerjasama co-produksi dengan Pak Parwez. Ini adalah kolaborasi pertama kami dan semoga berkelanjutan.” Kata produser Fauzan Zidni dari Cinesurya.

Perang Kota diadaptasi dari novel sastra klasik Indonesia, Jalan Tak Ada Ujung, karya Mochtar Lubis, yang diterbitkan pertama kali pada tahun 1952.

“Kami excited untuk dengan bekerjasama studio seperti Starvision di film Mouly Surya. Ini sesuatu yang positif dan menjanjikan bukan hanya untuk memperluas akses film kami kepada penonton Indonesia, tetapi juga berkolaborasi dengan produser penuh pengalaman, Pak Parwez.” Tambah produser Rama Adi dari Cinesurya

“Starvision sangat antusias untuk bergabung dengan proyek terbaru sutradara Mouly Surya, Perang Kota. Rekam jejak Mouly yang solid dan kualitas artistik yang tinggi, selalu menghasilkan film-film yang melampaui batas sinema dan gaya bercerita yang unik. Kami yakin bahwa film ini akan menarik perhatian penonton di Indonesia maupun internasional.” Kata produser Chand Parwez Servia dari Starvision.

source twitter @moulysurya

Tahun lalu proyek film Perang Kota terpilih mengikuti Locarno Open Doors yang terpaksa dilaksanakan secara online. Karena pada project market tersebut, Perang Kota mendapatkan Sorfond Awards untuk mengikuti Sorfond Pitching Forum 2020 yang juga dilakukan secara online.

Setelah pithcing forum, Cinesurya menyepakati kerjasama co-produksi dengan produser Linda Bolstad Strønen dan Ingrid Lill Høgtun dari DUOfilm. Sørfond baru saja mengumumkan kalau proyek film Perang Kota mendapatkan dukungan pembiayaan co-produksi internasional Sørfond yang dikelola oleh the Norwegian Film Institute dan Films from the South Festival (Oslo Festival Agency). Ini kali pertama proyek film asal Indonesia mendapatkan skema yang dibiayai oleh Kementerian Luar Negeri Norwegia

Co-produksi dengan produser Denis Vaslin dan Fleur Knopperts dari Volya Film mendapatkan dukungan pembiayaan The NFF+HBF Co-Production Scheme dari Netherlands Film Fund dan the Hubert Bals Fund. Sebelumnya, proyek film yang diadaptasi dari novel Jalan Tak Ada Ujung karya Mochtar Lubis ini mendapatkan dukungan script and project development: voices selection dari lembaga yang sama tahun lalu.

Sedangkan kerjasama co-produksi dengan produser Bianca Balbuena dan Bradley Liew dari Epic Media mendapatkan dukungan pembiayaan ASEAN Co-Production Fund (ACOF), dari Film Development Council of the Philippines dan Film Philippines’. ACOF adalah program insentif keuangan yang berfokus pada mendukung proyek film yang diproduksi bersama oleh perusahaan produksi Filipina dan negara-negara tetangga di kawasan ASEAN.

Perang Kota bercerita tentang Isa – seorang pahlawan perang impoten dan juga guru sekolah di Jakarta – mencoba meraih kembali kejayaan lamanya demi sejumlah uang dalam misi meledakan sebuah bioskop untuk membunuh seorang jenderal Belanda, sementara Belanda dan Inggris berkolaborasic untuk menjajah Indonesia kembali paska Perang Dunia II.

Perang Kota diproduseri oleh Rama Adi, Fauzan Zidni dan Chand Parwez Servia dan merupakan co-produksi internasional antara Cinesurya, Starvision, Giraffe Pictures (Singapura), Volya Films (Belanda), DuoFilm (Norwegia) dan Epic Media (Filipina)

Share