Genre horor tidak pernah kehabisan ide dalam menampilkan teror-teror kematian yang dialami oleh karakter remaja. Mengambil rute yang mirip dengan film-film menggunakan benda terkutut, kali ini sebuah peluit kuno yang memiliki kutukan mematikan hadir dalam film horror slasher remaja berjudul Whistle.
Disutradarai salah satu sutradara muda berbakat, Corin Hardy yang sukses dengan The Nun, Whistle meneror penontonnya dengan ancaman kematian-kematian brutal nan sadis dari karakter-karakter utamanya yang diperankan Dafnee Keen, Sophie Nelisse, Sky Yang, Percy Hynes White, Nick Frost dan Michelle Fairley.
Whistle tayang di bioskop mulai Rabu, 11 Februari 2026.
SYNOPSIS
Kematian seorang bintang basket sekolah setahun lalu membuka tabir misteri saat di dalam lokernya ditemukan sebuah peluit kuno. Chrys (Dafnee Keen) sang penemu peluit malah ribut dengan geng pembully Dean dkk, beruntung sepupu Chrys (Sky Yang) dan temannya Ellie (Sophie Nelisse) membantu memisahkan, walau tak menghalangi mereka terkena hukuman.
Kematian seorang guru dan sahabat mereka secara berturutan dan sadis yang diduga akibat dari tindakan mereka meniup peluit membuat Chrys dan Ellie melakukan riset. Hasilnya mereka semua yang mendengar bunyi peluit terancam mati dengan cara mengenaskan. Bagaimana cara mereka melawan kutukan demi menghindari kematian?
REVIEW
Corin Hardy benar-benar tak berbasa-basi di film ini. Dibuka dengan kematian yang dieksekusi layaknya film Final Destination, film ini tak malu-malu menampilkan sosok makhluk yang akan membunuh karakter-karakter di film ini. Sebuah paket lengkap pun dihadirkan dalam film Whistle, kematian-kematian kreatif yang brutal disertai penampakan berbagai makhluk yang terlihat mengerikan dalam film.
Babak pertama film memang terbilang cukup lama membangun pondasi cerita dan hubungan antar karakter. Dengan sub plot romansa antara sepasang karakter yang saling naksir dan sepasang lain yang bertepuk sebelah tangan, Whistle mencoba untuk relevan di kalangan remaja sekaligus di era woke dan inklusivitas.
Sebuah kematian di akhir babak pertama mulai meningkatkan tensi film dan tanpa kendali kematian-kematian sadis mulai terjadi diiringi pertanyaan dan usaha untuk mencari tahu yang dilakukan oleh karakter Chrys dan Ellie.
Seberapa kreatif kematian-kematian yang ditampilkan? Bisa dibayangkan visual manusia yang mulutnya dijejali tangan makhluk dengan luka bakar, paru-paru yang diremas hingga berceceran, tubuh tergiling hingga habis sama sekali atau korban kecelakaan yang tubuhnya berlipat-lipat. Semua adegan brutal dan sadis itu ditampilkan tanpa sensor di film Whistle. Berbeda halnya dengan adegan woke yang terlihat banyak potongan sensor sporadis di tengah dan akhir film. Walau begitu pemotongan sensor tak mengurangi keasyikan mengikuti arah film ini berjalan. Misterinya memang gampang ditemukan, karakter-karakternya pun banyak melakukan kebodohan. Namun sebuah karakter menyebalkan dalam film akan menjadi karakter paling dibenci dan paling mendapat karma dalam film yang potensial membuat penonton bertepuk tangan.
Dari sisi teknis, tim produksi yang merancang kematian demi kematian layak diacungi dua jempol. Kerjasama tim special efek, baik practical maupun CGI sangat baik membuat adegan kematian dalma film nampak nyata dan natural.
Sementara dari sisi akting, hanya Sky Yang yang sepertinya memberikan segalanya untuk film ini. Karakternya yang riang, penuh rasa optimis dan selalu berpikir positif diberikan journey yang membuat karakternya simpatik. Sementara Percy Hanes White jadi karakter yang nyentrik dan menyebalkan. Journey-nya saat berpapasan dengan Gus dkk sangatlah aneh.
Sementara Dafnee Keen (Logan) tampil gloomy sepanjang film, tanpa ada perubahan karakteer. Ia jelas lebih ceria saat beradu akting lawan pasangannya yang ia taksir. Sementara dalam mode penyelidikan, karakter Chrys jadi penyeimbang yang pas untuk karakter Ellie (Sophie Nelisse), hubungan sahabat keduanya di luar film nampak jadi sahabat sungguhan di dalam film.
YAY or NAY?
Buat para penggemar horor disertai misteri, maka YAY, saya sangat merekomendasikan film Whistle yang brutal dan sadisnya gak kaleng-kaleng. Sangar, penuh cipratan darah, potongan daging dan patahan tulang, film Whistle tayang Rabu, 11 Feburari di bioskop.




