Setelah sebelumnya membuat film crime drama di feature perdananya yang berjudul Pray, Kang Dong-heon hadir kembali dengan sebuah film horor berisi segudang jumpscare yang berjudul Contorted. Momen-momen mengagetkan ini tentunya dibawa oleh latar musik yang bikin hati geger dan berbagai penampakan yang sebetulnya tidak menyeramkan, tapi beberapa kali bikin gak nyaman.
Dari segi cerita, sebetulnya tidak ada hal baru dalam Contorted. Ceritanya berpusat pada sebuah keluarga yang berusaha mendapatkan ketenangan dari sebuah tragedi dan kondisi keuangan, mereka pun pindah ke sebuah rumah di area terpencil yang harganya murah. Pasca pindahan, sang istri terus mendengar suara-suara ganjil dari gudang rumah. Berawal dari situ, tragedi yang membekas di rumah baru tersebut malah bikin segala masalah keluarga mereka makin runyam.
Kisah menyeramkan dari tragedi keluarga, rumah berhantu, bagian khusus dari rumah berhantu tersebut, daerah terpencil, anak yang berkelakuan aneh, kondisi psikologis, serta perubahan yang terjadi pada karakter adalah beberapa frasa kunci yang sering digunakan dalam film horor dan ternyata masih bisa membuat penonton memejamkan mata selama menonton. Frasa-frasa kunci yang digunakan Contorted tersebut pun sebelumnya pernah digunakan oleh beberapa film horor Korea Selatan lainnya. The Mimic (Huh Jung, 2017) misalnya yang bercerita tentang sebuah keluarga yang pindah ke suatu daerah terpencil, tapi tempat itu membangkitkan sosok yang membuat mereka tidak bisa lepas dari tragedi keluarga mereka.
Lalu ada The Closet (Kwang-bin Kim, 2020) yang juga tentang rumah baru yang tidak beres. Rumah tersebut memiliki lemari yang tidak cuma bisa menyimpan barang-barang, tapi juga menghilangkan anak-anak. Salah satu horor dalam The Wailing (Na Hong-jin, 2016) adalah perubahan manusia yang tidak terkendali yang dapat mencelakakan orang-orang sekitarnya, terutama keluarga sendiri. Dan tentu saja tidak lengkap rasanya jika tidak menyebut A Tale of Two Sisters (Kim Jee-woon, 2003) yang memperkenalkan kita pada sosok kakak dan adik dengan twist yang sampai sekarang masih menghentak.
Contorted menggunakan berbagai elemen dari film-film di atas dan menyatukan mereka ke dalam film yang sebetulnya tidak segar tapi masih layak untuk disimak. Sebagaimana disebutkan di awal, film ini berisi banyak sekali adegan-adegan yang perlahan tapi pasti bikin kaget sehingga membuat penonton bersiap diri tiap menitnya. Apalagi scoring yang heboh seolah bisa memompa jantung jadi deg-degan. Beberapa efektif bikin tidak nyaman. Tapi karena terlalu sering membuat alur Contorted mudah terbaca dan letak jumpscare pun ketahuan. Tapi tragedi keluarga yang membuat trauma semua anggotanya masih dapat menghadirkan teror sampai akhir.
Contorted mengingatkan kita pada sebuah kejadian yang celaka, begitu mudah saling menyalahkan dan menyakiti satu sama lain serta sulitnya membuka diri pada penerimaan. Semua itu mengarahkan pada konflik diri yang tidak pernah berkesudahan.
Film Contorted tayang di bioskop mulai tanggal 20 Oktober 2022.

Tinggal di Planet Bekasi!



