THE BLACK PHONE (2022) – MISTERI PEMBUNUHAN BERANTAI DENGAN ELEMEN SUPRANATURAL

Film The Black Phone merupakan adaptasi dari sebuah cerita pendek di tahun 2004 dengan judul yang sama oleh penulis Joe Hill. “The Black Phone” versi panjang disutradarai oleh Scott Derrickson dan kini naskahnya ditulis sang sutradara bersama C. Robert Cargill. Rating penayangannya adalah R (restricted) mengingat banyak adegan kekerasan, bahasa kasar, dan penggunaan narkoba.

Di Amerika Serikat, The Black Phone direncanakan akan tayang di bioskop pada 24 Juni 2022. Sebenarnya jadwal tayang pertama film ini adalah pada 28 Januari, lalu diundur ke 4 Februari, sampai diundur lagi menjadi bulan Juni.

SINOPSIS

Pada suatu hari, seorang anak remaja usia 13 tahun bernama Finney Shaw (Mason Thames) diculik oleh seorang pembunuh sadis yang disebut The Grabber (Ethan Hawke).

Remaja dengan kepribadian pemalu namun pintar ini kemudian dibawa oleh sang penculik ke ruang bawah tanah yang bersifat kedap suara. Hal ini membuatnya mustahil untuk minta pertolongan meskipun sudah berteriak sekeras apa pun.

Ketika ada telepon yang terputus koneksinya di dinding mulai berdering, Finney sadar bahwa dia bisa mendengar suara-suara dari para korban sebelumnya dari pembunuh tersebut. Apakah nantinya Finney bisa melarikan diri dari niat jahat dan buruk si pembunuh berantai The Grabber?

REVIEW

Film ini memiliki berbagai sisi menarik untuk dinikmati. Selain dari cerita, akting, editing, sinematografi, sampai jump scare scene yang dikemas secara menarik. Bahkan sisi kehidupan anak-anak di budaya Amerika tahun 70-an juga menarik diikuti.Hantu-hantu yang ada di film The Black Phone sebenarnya enggak bekerja untuk menggangu atau menakuti karakter utama seperti di film horor lainnya.

Pada babak pertama dalam film ini, kita akan dibawa banyak melihat kepada latar belakang kehidupan Finney, melihat kehidupannya di dalam rumahnya, di luar rumahnya atau pun di sekolahnya. Kisah ini diceritakan melalui sudut pandang Finney sebelum ia menjadi korban terbaru dari sang penculik. Dua aktor muda yang jadi ujung tombak film ini tampil memuaskan, khususnya Madeleine McGraw yang memerankan Gwen. Keberanian dan aksi nekat nya sukses membuat penonton gemas sekaligus memancing tawa di tengah-tengah film yang cukup menegangkan ini. 

Film ini terbilang berhasil menyajikan sebuah kengerian yang sangat intens sejak awal hingga akhir filmnya. Penonton akan dibuat ikut tegang dalam menduga-duga bagaimana nasib Finney di tangan The Grabber. Dengan durasinya yang hanya sekitar 100 menit, film ini juga sukses memberikan konklusi yang sangat memuaskan dari segala ketegangan yang ada sepanjang ceritanya.

Film tentang serial-killer ini juga dibarengin elemen supranatural untuk menambah level ketegangan. Dengan beberapa jump scare scene yang akan membuat penonton kaget sekaligus gregetan. Jalannya cerita juga berlangsung seru hingga babak klimaks. Kudos to Scott Derrickson.

Film The Black Phone akan tayang di bioskop Indonesia pada tanggal 22 Juni 2022.

Share