Pelangi Tanpa Warna merupakan salah satu script terpilih dari kompetisi Falcon Script Hunt pada tahun 2020 yang lalu, film ini disutradarai oleh Indra Gunawan yang sebelumnya sudah menghadirkan Dear Nathan (2017); Dear Nathan Hello Salma (2018) dan Senior (2019)
SINOPSIS
Tak pernah terbayangkan oleh Fedi Bagaskoro (Rano Karno), rancangan indah dalam pernikahannya hancur karena sang istri ternyata mengidap Alzheimer. Dari hari ke hari, Kirana Putri (Maudy Koesnaedi) terus melupakan semua hal sederhana hingga paling penting dalam hidupnya. Situasi berubah menjadi penuh emosi hingga membuat ketenangan di rumah seolah menghilang, lalu berganti dengan kesedihan yang tak berkesudahan. Fedi terus diuji dengan kondisi Kirana yang semakin hari semakin menurun. Tugas rumah tangga yang awalnya dipegang sang istri, kini dibebankan penuh padanya. Mampukah Fedi bertahan atau malah memilih menyerah?
REVIEW
Dengan jumlah cast utama yang tergolong sedikit dan hanya berjumlah empat orang, masing-masing sudah pasti diberikan tuntutan untuk memainkan perannya secara maksimal di film ini. Beruntung karakter Fedi dan Kirana diperankan oleh Rano Karno dan Maudy Koesnadi yang sudah saling mengenal dan saling paham satu dengan lainnya sejak mereka bekerjasama dalam cerita Si Doel baik dalam serial televisi maupun film. Tidak ada kecanggungan diantara mereka dalam membawakan peran sebagai suami dan istri yang saling membutuhkan dan juga saling support satu sama lainnya. Baik Rano dan Maudy bermain dengan sangat baik dan lepas dari karakter Doel dan Zaenab yang sudah sangat legendaris di dunia hiburan Indonesia.
Tidak kalah mencuri perhatian adalah Zayyan Sakha yang berperan sebagai Divo Bagaskara anak dari Fedi dan Kirana, berhasil melakukan tugasnya dengan baik, aktingnya dibeberapa adegan atau momen di dalam filmnya juga memancing rasa haru dari rasa takut akan kehilangan sang ibu dan mencoba cari cara bagaimana ia bisa menyembuhkan ibunya. Ratna Riantiarno sebagai Ibu Arum juga tidak kalah apik dalam memerankan karakter mertua dari Kirana.
Film yang bercerita tentang istri yang mengidap penyakit Alzheimer, ini akan banyak menghadirkan momen mengharukan dan juga menitikkan air mata, namun film ini bukanlah berfokus betapa mengerikannya penyakit tersebut atau membawa pesan mengenai kesedihan, namun lebih kepada bagaimana keluarga bisa bersatu, sabar, kompak dan tabah bersama-sama dalam menghadapi musibah ataupun masalah serta memberikan aura positif kepada penonton.
Penyakit Alzheimer memang tidak dibahas secara mendetail dalam film ini karena memang hanya digunakan sebagai background cerita. Karena sang sutradara memang sedari awal hanya melakukan riset sederhana dan hanya berdasarkan pengalaman yang pernah ia alami ketika merawat ayahnya yang juga mengidap Alzheimer.
Memasangkan kembali Rano Karno dan Maudy Koesnaedi di dalam film ini adalah keputusan yang tepat. Keduanya mampu membawa kisah ini menjadi lebih bermakna dan terasa dekat dengan keseharian kita.
Pelangi Tanpa Warna akan hadir di bioskop Indonesia mulai tanggal 17 Februari 2022


