Film action Nobody 2 jadi film yang menarik perhatian penonton film di Indonesia sepanjang bulan Agustus ini karena sosok sutradara Timo Tjahjanto yang menggawangi film ini. Di tangan Timo, lanjutan kisah seorang bapak-bapak biasa yang identitasnya terungkap sebagai pembunuh bayaran di hadapan keluarganya kini berubah dari dark dan gritty, ke arah fun dan colorful, tapi tetap sangar.
Masih dibintangi deretan aktor yang sama dipimpin Bon Odenkirk, Connie Nielsen, Christopher Lloyd dan RZA, Nobody 2 menambah amunisi aktor bernama besar dalam sosok Colin Salmon, John Ortiz, Colin Hanks dan tentu saja, Sharon Stone. Nobody 2 tayang mulai Rabu, 13 Agustus di bioskop Indonesia.
SINOPSIS
Identitas rahasia yang terungkap membuat Hutch Mansell (Bob Odenkirk) tak lagi sembunyi-sembunyi melakukan pekerjaan terlarangnya. Namun sang istri Becca (Connie Nielsen) tak mau ia dan anak-anaknya terlibat. Hutch dilarang membicarakan pekerjaannya di rumah. Siang malam Hutch sibuk seakan mengabaikan keluarga, padahal Hutch hanya ingin membayar kekacauan yang ia lakukan di masa lalu.
Hingga akhirnya tercetus ide liburan dari mulut Hutch. Liburan musim panas di Plummerville, taman bermain tempat Hutch membuat kenangan bersama ayah dan saudaranya di masa lalu. Liburan pun mereka jalani tanpa mengira bahwa kekacauan akan selalu menghantui Hutch. Kekacauan yang datang dari polisi dan pemimpin korup, serta mafia dibaliknya yang dipimpin sosok kejam bernama Lendina (Sharon Stone).
REVIEW
Masih teringat menonton film Nobody di masa pemulihan pandemi dulu adalah sensasi serunya menyaksikan seorang bapak-bapak paruh baya biasa, yang terlihat seperti pekerja biasa, penggerutu, pecundang dan terkejut manakala rahasianya sebagai mantan pembunuh bayaran yang tangguh, tahan pukul dan kejam terbongkar di hadapan keluarganya. Ada rasa puas menyaksikan orang yang awalnya diremehkan lalu menghajar para penjahat yang mengganggu keluarganya.
Kini, sensasi seperti itu tentu saja sulit diulangi di film keduanya. Tapi dalam Nobody 2 para penulis naskah memberi sentuhan lain yang tak kalah serunya bahkan di beberapa momen akan membuat penonton bersorak membela Hutch seperti halnya di film pertama. Derek Kolstad (John Wick, Die Hart) sang kreator sekaligus penulis naskah bersama Aaron Rabin (Jack Ryan series), memang mengubah genre dari yang kelam dan getir ke arah colorful dan fun, tapi akar karakter yang keras dan getir masih tetap membawa aura sangar pada filmnya.
Bob Odenkirk (Better Call Saul) masih membawa aura tersebut dari film pertama, ia jarang tersenyum. Kini lebih kelelahan dan kembali jadi penggerutu saat usahanya menikmati liburan terganggu akibat ulah orang-orang yang mengusik keluarganya. Karakternya diimbangi oleh Connie Nielsen (Gladiator, Wonder Woman) yang kali ini makin tegas dan mengambil otoritas kepala keluarga karena tidak terima dibohongi di sepanjang perkawinannya. Keduanya menjadi dinamika yang menarik, karena di satu sisi Becca kesal dan tidak terima, tapi ia mencintai Hutch dan ingin keluarganya tetap utuh.
Unsur keluarga pun jadi hal yang esensial di franchise Nobody ini. Usaha Hutch membela keluarga, bagaimana keluarga mejadi trigger yang bisa membuat Hutch mengamuk jadi sentuhan menarik yang kini ditekankan di film kedua. Penulis kira ini jadi sentuhan yang baik, meski berisiko.
Kejutan bagi penulis adalah, Timo Tjahjanto seorang sutradara yang punya jejak film brutal dan sadis seperti Rumah Dara, Killers, Headhshot, Sebelum Iblis Menjemput, The Night Comes For Us, The Big 4 dan Shadow Strays, ternyata mempunyai sensitivitas yang baik dalam menangani adegan kebersamaan keluarga dan adegan romantis suami istri. Walau tidak tebal tapi kehangatan itu terasa.
Untuk sekuens-sekuens action lah justru kehandalan Timo justru agak direm di film ini. Entah kenapa. Adegan tarung, adu tembak dan ledakannya cenderung ‘jinak’, tidak membuat kami sebagai penonton merasa ngilu atau meringis karena suara tulang patah, kepala meledak, dan lain-lain. Apakah perubahan genre atau latar set di taman bermain mempengaruhi? Penulis tidak tahu. Jelas sekuens action yang biasa-biasa saja ini mengecewakan kami yang sudah mengikuti jejak karier Timo.
Kami sangat mengapresiasi Nobody 2 sebagai sebuah film action comedy yang fun dan colorful, punya paket lengkap adegan-adegan laga seru dan kocak dilengkapi dengan sentuhan elemen keluarga yang menjadi identitas film ini. Sebuah debut Hollywood yang baik buat seorang Timo Tjahjanto.
YAY OR NAY
Tentu saja YAY! Jadilah bagian dari orang Indonesia yang mendukung karya anak bangsa, Timo Tjahjanto, dengan menonton Nobody 2, sebuah action comedy dengan sentuhan keluarga yang seru, kocak tanpa kehilangan kesangaran karakter Hutch si bapak-bapak mantan pembunuh bayaran yang akan melakukan apapun untuk membela keluarganya.
Nobody 2 tayang mulai Rabu, 13 Agustus di bioskop Indonesia.





