FALL (2022) –MIMPI BURUK DI KETINGGIAN YANG INTENS DAN MENEGANGKAN

Tidak banyak yang didapat kala menilik judul film Fall sebelum mengikuti press screeningnya beberapa waktu lalu. Nyaris tidak ada nama besar ikut serta dalam proyek film produksi Lionsgate studio ini. Tercatat hanya nama aktor Jeffrey Dean Morgan (Watchmen, Unholy) dan sang produser yang pernah memproduksi film 47 Meters Down yang telah dibuatkan sekuelnya.

Dominan berlokasi di ketinggian 600 meter di sebuah tower radio, film Fall yang dibintangi duet Grace Caroline Currey dan Virginia Gardner yang menyita banyak durasi film yang menegangkan dan bertensi tinggi ini akan tayang di bioskop Indonesia mulai 16 Agustus 2022.

SINOPSIS

Sulit keluar dari rasa kehilangan suami yang jatuh saat memanjat bersamanya, Becky (Grace Caroline Currey) tenggelam dalam kedukaan, rasa bersalah dan trauma mendalam hingga menolak support ayahnya, James (Jeffrey Dean Morgan) yang berusaha membantu. Namun kedatangan sahabatnya, sang youtuber, Hunter (Virginia Gardner), yang mengajak Becky move on dan melawan rasa traumanya dengan memanjat sebuah tower radio setinggi 600 meter yang terbengkalai mengubah segalanya.

Becky yang sempat menolak akhirnya setuju, memanjat dan melawan rasa trauma adalah cara yang tepat untuk melanjutkan hidup. Becky pun berniat melepas abu jenazah suaminya di atas tower. Petualangan memanjat tower radio yang awalnya seru dan menyenangkan berubah menjadi bencana saat tangga untuk memanjat mendadak jatuh dan membuat Becky dan Hunter terdampar tanpa diketahui siapapun. Petualangan mereka menjadi pertaruhan antara hidup dan mati.

REVIEW

Tidak ada yang menyangka film sederhana ini akan memberikan suguhan film dengan tensi tinggi dan non stop tegang sejak awal hingga akhir film. Sutradara Scott Mann (Heist, The Tournament) yang juga menulis naskah film bersama Jonathan Frank (Mara, The Tournament) terpantau cukup handal menjaga tensi film dengan memanfaatkan lokasi tower radio yang serba terbatas namun potensial mengganggu imajinasi penonton.

Selipan-selipan momen aksi yang dramatis ditaruh di momen-momen yang pas dan kehadirannya laksana jumpscare di film-film horor, sangat mengerikan, apalagi bagi para penonton yang memiliki phobia ataupun trauma pada ketinggian. Di awal film naskah juga dengan baik menanamkan dialog dan situasi yang menutup potensi-potensi lubang pada plot, sehingga situasi saat kedua karakter utama terdampar di tower benar-benar tanpa ada yang mengetahui. Hal ini sukses membuat jantung berdebar melihat keduanya sangat berusaha untuk mencari bantuan, bahkan sampai putus asa.

Sisipan-sisipan kisah perjuangan wanita, serta soal psikologis trauma dan kehilangan juga mendapat bagian di dalam film ini. Awalnya ada satu sisipan cerita yang diutarakan sebagai plot twist soal asmara yang sedikit menjadi distraksi yang tidak perlu dalam film. Tapi setelah penulis pikirkan masak-masak, plot asmara tersebut cukup berguna untuk memotivasi karakternya melakukan beberapa poin penting dalam momen krusial, selain tentu saja menambah kedalaman dan dimensi karakter.

Dimensi karakter ini juga terbantu oleh bakat akting para aktor di dalamnya, yang meski bukan nama-nama besar namun mampu memberikan performa apik dan menawan. Grace Caroline Currey (Shazam!, Annabelle Creation) tampil cemerlang sebagai wanita penuh tantangan dalam hidupnya. Rasa kehilangan,trauma, kesedihan yang bertransformasi dari ketegaran dan perjuangan untuk hidup sukses digambarkan Grace pada sosok Becky. Sementara Virginia Gardner (Project Almanac, Halloween 2018) tidak kalah gemilangnya memainkan Hunter si youtuber happy-go-lucky yang selalu ceria namun memiliki rahasia.

Namun naskah bukanlah kekuatan utama film ini. Teknis jawabannya. Film ini sukses membuat dengkul lemas, keringat dingin dan beberapa kali membuat penulis mengumpat berkat adegan-adegan panjat, berayun bahkan melompat di ketinggian 600 meter dalam usaha Becky dan Hunter untuk bisa selamat. Tim art dan production designer bekerjasama dengan tim visual efek bekerja sangat baik memberikan pengalaman sinematik yang seakan nyata, seolah-olah mengajak penonton ikut serta dengan para karakternya di tower setinggi 600 meter.

SUMMARY

Jangan meremehkan kekuatan film sederhana dengan cerita orisinil. Fall adalah salah satu pengalaman sinematik yang tidak akan terlupakan. Penonton berpotensi dibuat mengkerut di kursi, dengan telapak kaki dan tangan yang berkeringat serta jantung berdebar saat mengikuti perjuangan para karakter film untuk bisa hidup meloloskan diri dari atas tower radio setinggi 600 meter. Fall tayang 16 Agustus di bioskop.

Share