Nama sutradara animasi Jepang ternama Makoto Shinkai menjadi fenomena manakala filmnya berjudul Your Name (2016) mendapat banyak penghargaan di Jepang maupun di dunia internasional. Walaupun berbeda secara genre dan gaya animasi dengan legenda Studio Ghibli, Hayao Miyazaki. Namun, Shinkai digadang-gadang bakal menjadi penerus Miyazaki di dunia animasi Jepang.
Kini di awal 2026, sebuah karya di awal karier Shinkai bertajuk 5 Centimeters Per Second segera ditayangkan eksklusif di Indonesia menyambut edisi remastered serta rencana perilisan film versi live actionnya di akhir tahun ini. 5 Centimeters Per Second tayang di bioskop Indonesia mulai 16 Januari 2026.
SINOPSIS
Kisah kehidupan masa remaja hingga dewasa Takaki diceritakan dalam tiga bagian dan tiga fase kehidupannya yang melibatkan asmara, musim dingin yang kejam, teknologi yang tak berpihak, serta kewajiban-kewajiban orang dewasa.
Semua Takaki lewati sambil berjalan dalam jalinan cinta jarak jauh yang menguji kesetiaan, pengorbanan dan rapuhnya cinta, selayaknya bunga sakura yang mekar dan jatuh dalam kecepatan 5 cm per detik.
REVIEW
Puitis. Indah. Mengharukan sekaligus menghangatkan hati yang kesepian. Apa yang disajikan Makoto Shinkai (Suzume, Your Name) dalam 5 Centimeters Per Second bukanlah sebuah film saja, namun sebuah penanda dan statement bahwa Shinkai dengan Studio CoMix Wave Films Inc. miliknya adalah sebuah entitas yang mampu berbicara banyak lewat animasi khas Jepang yang penuh makna di tiap goresan gambarnya.
Mengambil jalur realisme (belakangan dengan sentuhan magis di film-filmnya), Shinkai memiliki gaya khas dengan memadukan latar belakang lokasi urban Jepang yang digambar dengan realistis, dengan keindahan seni lukis manga dan kisah asmara dengan elemen coming of age yang menghangatkan jiwa dan membangkitkan nostalgia masa muda pada indahnya cinta pertama.
Ya, roman adalah bumbu utama dalam cerita di film ini. Tidak hanya kisah percintaan Takaki sejak remaja hingga dewasa. Keindahan kota dan pedesaan di Jepang pun diromantisasi sedemikan indahnya dalam goresan gambar manga yang menggugah hati ingin mengunjungi lokasi asli filmnya.
Tiga bagian cerita dalam film ini dibagi dengan unik. Bagian pertama bertajuk Oukashou, adalah di masa Takaki remaja ( disuarakan oleh Kenji Mizuhashi) dan hubungan cinta pertamanya dengan Akari (Yoshimi Kondou) yang terhalang jarak dan pertemuan mereka sekian lama terhalang oleh badai salju yang mengganggu jadwal kereta. Sebuah kisah asmara hangat di tengah cuaca dingin dan ketidakpastian.
Bagian kedua berjudul Cosmonaut adalah tentang kasih tak sampai yang berpusat pada sosok Kanae Sumida (Satomi Hanamura) yang mengagumi sosok kakak kelasnya di SMA, Takaki. Kedekatan selalu Kanae ciptakan, tapi walau berjarak sejengkal, hati Takaki terasa jauh untuk digapai, laksana kosmonot berusaha menggapai matahari, tak akan mungkin. Kanae tak mengetahui bahwa jauh di sana hati Takaki sudah tertambat pada sosok wanita lain.
Bagian ketiga berjudul Byousoku 5 Centimeters Per Second, jadi bagian terunik karena menjadi bagian terpendek dan hanya diawali adegan pertemuan tak sengaja Takaki dengan Akari dilanjut montase perjalanan cinta Takaki yang diiringi lagu OST 5 Centimeters Per Second yang berjudul One More Time, One More Chance.
YAY OR NAY?
YAY! Sebuah kesempatan langka bagi pecinta sinema untuk menyaksikan karya monumental 5 Centimeters Per Second yang menempatkan nama Makoto Shinkai dalam deretan sutradara animasi muda hebat di kala itu. Film ini memang rilisan 2007 namun kisahnya tak lekang dimakan zaman. Selalu relevan, tentang cinta pertama, kesendirian dan kasih tak sampai. Siap-siap terbuai dalam kisah indah nan puitis dibalut animasi yang tak kalah indahnya.
5 Centimeters Per Second tayang eksklusif di bioskop Indonesia mulai 16 Januari 2026.





