Di awal tahun 2026 ini Netflix kembali membuat gebrakan dengan merilis film Indonesia yang mereka produksi bekerjasama dengan rumah produksi Buddy-Buddy Pictures. Menggaet sutradara Sim F. yang naik pamor lewat film Susi Susanti: Love All, Netflix merilis judul Surat Untuk Masa Mudaku yang bergenre drama keluarga.
Berlatar panti asuhan di daerah Sukabumi pada periode akhir 1980-an, Surat Untuk Masa Mudaku dibintangi banyak artis anak dan remaja pendatang baru dalam sosok Millo Taslim, Aqila Herby, Cleo Haura, Jordan Omar dan si mungil Halim Latuconsina, yang didampingi aktor-aktor senior seperti Agus Wibowo, William Bevers, Fendy Chow, Agla Artalidia dan Landung Simatupang.
Surat Untuk Masa Mudaku bisa ditonton secara streaming di seluruh dunia melalui Netlix.
MASA MUDA, MASA REMAJA YANG BERAPI-API
Sebagai seorang ayah, Kefas (Fendy Chow) terlalu protektif pada putrinya. Hal ini menyebabkan keretakan di rumah tangga Kefas. Sebuah momen refleksi Kefas pun muncul saat sebuah berita ia terima dari panti asuhan tempatnya tumbuh dulu.
Kefas lalu mengingat sosok Pak Simon (Agus Wibowo), penjaga panti penyabar yang mampu menaklukan kenakalan Kefas remaja (Millo Taslim) yang punya trust issues pada setiap penjaga panti asuhan. Keisengan demi keisengan Kefas lakukan, tapi sebuah langkah bijak Pak Simon membuat Kefas takluk. Panti asuhan pun jadi lebih ceria dengan kehadiran Pak Simon. Tapi tanpa anak-anak panti sadari, Pak Simon berencana berhenti jadi penjaga panti dan melakukan sebuah tindakan yang mengejutkan.
KEJADIAN DI MASA LALU MEMBENTUK DIRI KITA DI MASA DEPAN
Diinspirasi dari kehidupan sang sutradara Sim F. yang pernah hidup di panti asuhan di masa lalu, film Surat Untuk Masa Mudaku dengan pelan tapi pasti memeluk hangat hatimu dengan kisahnya yang indah, menghangatkan hati dan menenangkan jiwa. Lewat naskah yang ditulis Daud Sumolang (Kajiman, Susi Susanti: Love All), Surat Untuk Masa Mudaku menyampaikan kisah tentang kehilangan, kenangan dan ketidakmampuan berdamai dengan masa lalu dengan begitu alami.
Didukung oleh detail penyutradaraan Sim F. yang terasa sangat personal menggambarkan situasi di panti asuhan, film Surat Untuk Masa Mudaku seakan benar-benar menjadi love letter Sim F. untuk kehidupannya di masa lalu saat tinggal di panti asuhan.
Tema kehilangan dan sulitnya berdamai dengan masa lalu di atas kertas memang terasa seperti tema yang gloomy atau sendu, namun sentuhan keceriaan anak-anak panti, dinamika hubungan antar anak panti, serta perjalanan perkembangan karakter Kefas membuat film berdurasi 135 menit ini jadi penuh warna.
Karakter Kefas muda dan dewasa menjadi tombak utama di film ini dan diperankan dua aktor yakni pendatang baru Millo Taslim dan Fendy Chow. Memiliki kemiripan dari sisi looks, tantangan bagi Fendy terasa nyata saat berusaha menyamakan ciri khas Kefas dewasa dengan Kefas muda. Millo memang terlihat sebagai pendatang baru, di beberapa momen ekspresi dan gesturnya tampak kurang luwes, namun sisi tengil dan kemampuan Kefas bermain gitar membuat Millo layak diberikan pujian.
Sosok lain yang layak diberikan acungan jempol adalah Agus Wibowo. Aktor senior yang dikenal lewat serial Para Pencari Tuhan ini tampil dengan ketenangan dan kesabaran tinggi. Wajahnya yang lembut dan tenang, dengan aksen sunda yang fasih membuat karakter Simon yang ia bawakan terasa menghanyutkan tanpa tahu apa yang karakternya pendam dalam hatinya.
Hati di film ini ada di karakter Simon dengan segala kelebihan dan kekurangannya, namun jantungnya ada di karakter anak-anak, terutama enam orang anak yang paling banyak screentime, yakni Millo Taslim, Aqila Herby, Cleo Haura, Diandra Salsabila Lubis, Jordan Omar dan Halim Latuconsina. Chemistry dan keceriaan mereka menjadi nyawa dalam film ini.
Satu hal lagi yang layak diberikan perhatian adalah penggunaan lagu Kidung dalam film ini. Cocok dengan tone keseluruhan film dan digunakan dalam film dengan baik dan proper. Setiap alunan lagunya muncul seakan membawa kami ke nostalgia masa lalu.
YAY OR NAY?
YAY, BIG TIME. Surat Untuk Masa Mudaku adalah tontonan sempurna untuk seluruh anggota keluarga dengan pesan baik dan makna dalam soal berdamai dengan masa lalu dan merelakan agar tak larut dalam rasa kehilangan. Melodramanya tidak mendayu-dayu berkat elemen polah dan tingkah anak-anak yang menggemaskan, nuansa periodiknya lengkap dengan latar belakang 1980-an dan penggunaan musik yang tepat. Tonton Surat Untuk Masa Mudaku dan peluk hangat seluruh keluargamu.
Surat Untuk Masa Mudaku sedang tayang di Netflix.



