FURIOSA: A MAD MAX SAGA (2024) – EPIC & INTENSE, BEST ACTION OF 2024 (SO FAR…)

Siapa sinefil tak mengenal nama George Miller? Sosok sutradara legendaris berkebangsaan Australia ini adalah sosok hebat dibalik dunia Mad Max, sebuah dunia distopia di masa depan yang tandus, kering dan dipenuhi peperangan dan kejar mengejar kendaraan unik penuh manusia unik berdandan ala punk!

Setelah mereguk sukses lewat Mad Max: Fury Road yang dibuat 30 tahun setelah Mad Max III: Beyond Thunderdome, kini Miller mencoba membuat spin off sekaligus prekuel dari karakter Furiosa dari Fury Road. Film yang diberi judul Furiosa: A Mad Max Saga ini dibintangi Anya Taylor-Joy, Chris Hemsworth, Tom Burke, Alyla Browne dan Lachy Hulme.

Furiosa: A Mad Max Saga tayang di bioskop Indonesia dalam versi reguler dan IMAX mulai 22 Mei 2024.

 

IT’S A MAD MAD MAD WORLD

Bumi di masa depan secara mayoritas adalah bumi pasca kiamat yang kering, tandus penuh padang pasir dengan manusia yang makin menurun kecerdasannya akibat kekurangan gizi, makanan dan air minum. Tapi tidak bagi Furiosa cilik (Alyla Browne), anak klan Vuvalini yang hidup damai di Green Place yang hijau, asri dan indah. Namun saat Furiosa diculik para pria bengis klan Citadel, semua berubah. Demi tidak diketahui keberadaan negeri asalnya, Ibu Furiosa, Mary (Charlee Fraser) bersedia berkorban saat mencoba menyelamatkan putrinya yang diculik Dementus (Chris Hemsworth).

Furiosa pun ikut bungkam. Baginya lebih baik mati daripada mengorbankan rakyatnya. Hidup Furiosa bersama Dementus tak berlangsung lama, Immortan Joe (Lachy Hulme) yang terobsesi memiliki keturunan sehat menganggap Furiosa sebagai calon ibu yang sehat. Hidup Furiosa pun dimulai bersama Immortan Joe. Furiosa remaja (Anya Taylor-Joy) kini jadi perempuan tangguh, berani dan lincah, apalagi setelah berada dalam didikan Pretoria Jack (Tom Burke). Kini Furiosa telah dewasa, siap menghadapi dunia dan membalaskan dendam pada Dementus.

EVEN CRAZIER THAN MAD

Pertaruhan besar George Miller memproduksi Furiosa: A Mad Max Saga adalah sebuah keputusan yang menguntungkan bagi penggemar film seperti kami. Ekspektasi mendapatkan kisah asal mula ketangguhan Furiosa sekaligus menceritakan awal mula kehancuran dunia, perpecahan manusia dan sedikit penampakan sang Mad Max terjawab lunas dalam film ini.

Seperempat awal film yang didominasi kejar-kejaran Mary dan para penculik berlangsung minim suara yang menegangkan. Kehebatan Mary dalam menembak jitu dan keberanian Furiosa membuat para penculik kewalahan. Sayangnya kalah jumlah membuat usaha Mary gagal dan Dementus berhasil mendapatkan Furiosa.

Sisanya kita mengikuti perjalanan Furiosa yang awalnya hanya mengamati kehidupan keras di bawah asuhan Dementus untuk kemudian ia beraksi sendiri dan menjadi tentara kepercayaan Citadel di bawah kepemimpinan Immortan Joe. Anya Taylor-Joy (The Witch, The Queen’s Gambit) dengan mata besar dan wajah gaharnya sukses menampilkan kegaharan karakter Furiosa yang versi dewasanya kita lihat dalam Fury Road.

Tapi film ini bukan semata tentang Anya, tapi juga Chris Hemsworth (Thor, Extraction) yang dalam peran sama besarnya dengan Furiosa, menampilkan karakter Dementus yang nyentrik, konyol dan mengesalkan. Bersama Anya, Hemsworth adalah bintang utama film ini. Sementara Tom Burke (C.B. Strike, The Souvenir) jadi karakter pendukung yang tak kalah penting dalam durasi tak begitu banyak.

George Miller (Happy Feet, Mad Max) selaku sutradara dan penulis naskah memang sudah uzur, nyaris 80 tahun, tetapi kreativitasnya dalam menampilkan dunia Mad Max yang atraktif penuh aksi kejar-kejaran mobil/motor, tembak menembak, ledakan dan adegan baku hantam penuh elemen stunt terlihat masih mampu memberi tontonan yang tak kalah hebat dari Fury Road.

Durasi film yang mencapi 2 jam 28 menit, memang ada sedikit momen-momen sepi yang awkward, terutama dalam adegan yang menggambarkan sisi emosional dan dramatis karakternya, namun sekuens aksi menutup segala kekurangannya. Dengan kerja hebat tim produksi, Furiosa: A Mad Max Saga mampu memberikan tontonan action thriller yang berkali-kali bikin kami berdecak kagum akan kehebatan set up, aksi stunt dan betapa berbahayanya adegan-adegan aksi tersebut.

Bagi kami Furiosa: A Mad Max Saga adalah film action terbaik tahun 2024 (so far…).

 

A MAD ENDING

Furiosa: A Mad Max Saga adalah film lanjutan dalam saga Mad Max yang masih sejalan dengan tradisinya. Penuh aksi stunt gila yang tak hanya seru, tapi membuat penonton berdecak kagum, apalagi mengingat usia sutradara George Miller yang nyaris menyentuh 80 tahun. Saksikan Furiosa: A Mad Max Saga yang tayang mulai hari ini di bioskop Indonesia. See it on the largest screen!

Share