WOLF MAN (2025) – FILM HOROR YANG TRAGIS DAN JUGA HOBI BIKIN KAGET!

Film ini disutradarai oleh Leigh Whannell, yang sebelumnya berhasil mengolah kengerian dalam The Invisible Man pada tahun 2020, ia juga menulis naskahnya bersama Corbett Tuck, plot nya juga tidak terlalu asing bagi yang sering menonton film horor tentang satu keluarga yang pergi ke lokasi terpencil lalu terjebak bersama ancaman suatu makhluk mengerikan dan juga berbahaya. Wolf Man awalnya direncanakan sebagai bagian dari Dark Universe, sebuah jagat sinematik yang berpusat pada Universal Monsters. Namun setelah kegagalan The Mummy (2017), Universal akhirnya mengalihkan fokusnya kepada film yang berdiri sendiri-sendiri.

SINOPSIS

Blake (Christopher Abbott) dan keluarganya berencana menghabiskan liburan musim panas. Untuk mempererat ikatan keluarga, Blake mengajak keluarganya pergi untuk sementara waktu dari San Francisco ke sebuah kawasan di Oregon. Blake mewarisi peternakan beserta rumah di dalam hutan tersebut dari ayahnya yang menghilang dan diperkirakan telah meninggal.

Dalam perjalanan mereka keluarga Blake diserang oleh makhluk yang tidak dikenal, yang berhasil melukai Blake. Sadar nyawa mereka sedang terancam mereka lalu mencari perlindungan di rumah dalam hutan yang dulu pernah ditinggali Blake, tetapi perlahan Blake mulai menunjukkan tanda-tanda transformasi menjadi makhluk yang tidak dikenal, yang mengancam keselamatan istrinya, Charlotte (Julia Garner), dan putrinya, Ginger (Matilda Firth).

REVIEW

Wolf Man bisa menjadi contoh modern untuk filmmaker lain membuat film monster yang tak hanya ngeri tapi juga menyentuh. Perpaduan antara efek praktis dan CGI memberikan kesan realistis yang membuat penonton merasakan kengerian yang dialami oleh karakter utama. Pergerakan kamera dari satu sosok ke sosok lainnya memberikan perspektif visual dari masing-masing karakter..

Film ini tidak hanya menampilkan transformasi fisik Blake yang mengerikan menjadi manusia serigala, tetapi juga mengeksplorasi dampak psikologis yang ditimbulkan pada dirinya dan juga keluarganya.

Selain itu sang istri Charlotte juga harus menghadapi kenyataan bahwa suaminya berubah menjadi makhluk buas, sementara Blake mesti berjuang melawan sisi mahkluk liar yang muncul dengan sisi kemanusiaannya.

Film ini juga memanfaatkan pencahayaan remang-remang, suara yang menghantui, dan penggunaan ruang terbatas untuk memaksimalkan rasa tidak nyaman kepada penonton. Meskipun beberapa bagian cerita terkesan dapat diprediksi, eksekusi Whannell membuat setiap momen tetap berkesan.

Salah satu yang menjadi poin penting di film ini ada tata suaranya yang cukup membuat kita jadi serasa berada di dalam adegan-adegannya, dari suara jejak langkah, ranting yang diinjak, deruan nafas,pintu  yang digedor, dan lain-lainnya semakin menambah kengerian. Belum lagi menebak-nebak dimana monster kesayangan kita ini akan muncul darimana, dan suasana malam disepanjang durasi filmnya juga semakin memberikan “siksaan” kepada penonton, karena mengindikasikan bahwa teror manusia serigala ini tidak akan semuda itu berakhirnya.

Selain itu juga perlu diapresiasi make-up effect yang keren dan juga detail transformasi dari manusia menuju manusia serigala nya, kalau dihitung sepertinya ada sekitar empat sampai lima fase.

Menurut penulis ini adalah awal mula yang baik di tahun 2025 buat film horor international, Wolf Man sukses bikin kaget dan gelisah sepanjang durasi, walau agak pelan di awal, tetapi ditutup dengan seru dan juga emosional.

Wolf Man tayang di bioskop Indonesia mulai Rabu, 15 Januari 2025!

Share