GREENLAND 2: MIGRATION (2026) – SURVIVAL PASCA BENCANA YANG MENEGANGKAN

Gerard Butler punya filmografi yang cukup beragam dan seringkali menarik penonton di Indonesia, baik itu film-film blockbusternya maupun film-film berbujet minim yang sering ia mainkan dengan trademark karakter jagoan yang humanis. Salah satunya adalah film survival yang rilis di tahun 2020 lalu berjudul Greenland, yang menghasilkan pendapatan lumayan di masa pandemi.

Kini masih dibesut sutradara Ric Roman Waugh dan pemeran istri yang sama dalam sosok Morena Baccarin, mengajak putra remaja mereka yang dimainkan mantan bintang cilik Roman Griffin Davis untuk bertualang keluar bunker untuk mencari kehidupan baru dalam Greenland 2: Migration.

SINOPSIS

5 tahun pasca bencana global Komet Clark yang meluluhlantakkan bumi, kumpulan manusia yang selamat di bunker Greenland harus mencari kemungkinan hidup baru di luar bunker yang kebanyakan udaranya sudah terpapar radiasi karena stok makanan menipis dan kondisi bunker semakin rentan. John Garrity (Gerard Butler) yang berulang kali keluar masuk bunker merasakan dampaknya dengan batuk yang tak kunjung sembuh. John bertekad mencari tempat baru yang sehat untuk hidup keluarganya dan orang-orang di dalam bunker.

Rentetan gempa dan badai radiasi pun mendera dan menghancurkan bunker. John susah payah menyelamatkan istrinya Allison (Morena Baccarin) dan Nathan (Roman Griffin Davis) keluar bunker. Petualangan baru yang penuh bahaya pun harus mereka lalui untuk menemukan ‘greenland’ baru untuk ditinggali demi kehidupan baru manusia.

REVIEW

Sebagai sebuah sleeper-hit yang cukup sukses di tangga box office kala pandemi, Greenland sebenarnya bukanlan sebuah film yang sekuelnya ditunggu-tunggu banyak orang. Hanya saja para petinggi di STX Films melihat potensi dari film ini sehingga ditulislah naskah Greenland 2: Migration oleh Chris Sparling (Buried, Intrusion) dan Mitchell LaFortune (Kandahar, Last Breath).

Salah satu potensi selain dari karisma leading man dalam sosok Gerard Butler adalah elemen keluarga yang memiliki chemistry apik di tengah terjangan bencana, usaha mereka untuk survive bersama-sama, serta bagaimana sosok suami dan istri menjadi pasangan kompak yang menginspirasi. Potensi itu digarap dengan baik seperti film pertama pada Greenland 2: Migration ini.

Konflik cerita yang direka juga menggali potensi sesuai dengan logika yang terjadi jika dunia dihadapkan bencana seperti layaknya komet yang jatuh di era dinosaurus. Ketidaksiapan dunia digambarkan dengan kerentanan secara sumber daya, teknologi maupun mental para manusianya. Sebuah kutipan dari dialog cukup menyentil dan relevan pun muncul, dimana psikolog lebih dibutuhkan daripada dokter bedah setelah 5 tahun pasca bencana.

Petualangan penuh keterpaksaan keluarga Garrity berjalan penuh rintangan yang masing-masing memiliki skala resiko kematian yang cukup tinggi. Alhasil film Greenland 2: Migration jadi berjalan penuh ketegangan, apalagi bagi penonton yang sudah peduli dengan para karakternya. Kami sudah menonton film pertama dan sudah sangat peduli pada nasib keluarga Garrity, namun bagi yang baru mengenal Nathan di film ini sepertinya akan sulit untuk bersimpati padanya karena tingkah rebel-nya di awal film.

Keputusan-keputusan karakter dalam film ini sepertinya tidak dipikirkan dengan matang dan berujung pada kondisi menegangkan. Apalagi perjalanan keluarga Garrity ke Eropa untuk menemukan kehidupan baru hanya berdasarkan dugaan ilmiah yang belum terbukti kebenarannya. Dua kondisi aman yang mereka capai di London dan sebuah kota di Prancis sepertinya jadi tempat aman daripada ditinggalkan demi wilayah subur yang masih berupa dugaan.

Dari sisi desain produksi, Greenland 2: Migration cukup lumayan menampilkan wilayah-wilayah terdampak bencana. Walau tidak semegah film-film seperti The Day After Tomorrow atau Independence Day, namun beberapa adegan saat keluarga Garrity harus melewati antah berantah yang dulunya bagian dari kota di Eropa terlihat seperi nyata habis terkena bencana. Sebuah kerja yang baik dari para ahli visual FX.

Dari sisi akting chemistry Gerard Butler (300, Den of Thieves) dan Morena Baccarin (Serenity, Deadpool) sudah tak perlu diragukan lagi. Keduanya seakan sudah fasih berakting di berbagai kondisi adegan, tangguh di adegan fisik, romantis di adegan mesra. Sementara Roman Griffin Davis (Jojo Rabbit) yang baru bergabung membuktikan bakatnya dengan peran Nathan remaja didikan bunker yang lugu, tapi pemberani dan pandai merayu.

YAY OR NAY?

YAY! Di tengah gempuran film akhir tahun yang masih merajai bioskop Greenland 2: Migration jadi tontonan baru untuk seluruh keluarga yang seru, menegangkan dan menginspirasi para keluarga untuk selalu kompak di tengah badai menghantam. Fans Gerard Butler atau Morena Baccarin (seperti kami) tentu tidak boleh melewatkan film ini.

Greenland 2: Migration tayang di bioskop mulai Rabu, 7 Januari 2026.

Share