Untuk pertama kali seumur hidupnya, Haruka Nanase menjejak ke kejuaraan dunia di Sydney bersama dua rekannya, Rin Matsuoka dan Ikuya Kirishima. Meski dikenal sebagai prodigy seumur hidupnya, panggung dunia bukanlah hal yang mudah untuk Haruka. Terutama dengan hadirnya Albert Volandel, juara dunia yang bertanding di nomor yang sama dengan Haruka. Dihantui dengan tekanan dan ekspektasi dari dirinya sendiri, Haruka harus membuat keputusan besar yang akan mengubah hidupnya dan hubungannya dengan orang-orang di sekitarnya.
Free! The Final Stroke merupakan kelanjutan dari kisah Haruka dan kawan-kawannya di season ketiga, Free! Dive into the Future dan digadang-gadang sebagai final chapter dari franchise Free!. Film ini dibagi menjadi dua bagian di mana bagian kedua diprediksi tayang di Jepang pertengahan tahun ini.
Dengan karakter-karakter yang meninggalkan masa SMA dan menjalani transisi menuju adulthood, Free! The Final Stroke menghadirkan konflik-konflik yang memberikan refleksi kepada penonton. Haruka harus menghadapi tekanan atas titel ‘jenius’ dan ‘prodigy’ yang selama ini disematkan oleh orang-orang kepadanya sejak ia masih anak-anak yang tidak memahami beban berat dari titel tersebut. Rin harus belajar berdamai dengan masa lalunya sebelum ia bisa melangkah ke masa depan. Sementara Ikuya menyadari bahwa ia harus membuat keputusan-keputusan yang didasari oleh keinginannya sendiri untuk masa depannya.
Meski dengan permasalahan-permasalahan yang cukup rumit dan terkesan gloomy, Free! The Final Stroke tetap bertahan dengan charm utamanya, yaitu relasi antara karakter-karakternya yang membuat film ini terasa hangat dan menyenangkan untuk ditonton. Momen-momen komedik juga membuat karakter-karakter di film ini terasa lebih humanis dan real.
Meski begitu, dengan jumlah karakter yang cukup banyak, Free! The Final Stroke terlihat kesulitan untuk membuat cerita ini fokus pada karakter-karakter utamanya. Banyak scene dari film ini yang terkesan seperti filler dan fanservice untuk penggemar-penggemar lama franchise anime ini. Penggemar baru ataupun publik secara general mungkin akan kesulitan untuk tracking dari subplot dan arc dari karakter-karakter supporting yang ada di film ini. Banyak juga dari character arc dan subplot yang tidak terselesaikan di film ini dan mendistraksi dari plot dan arc Haruka sebagai karakter utama.
Selain itu, keputusan untuk membuat Free! The Final Stroke menjadi dua bagian merupakan keputusan yang sedikit membingungkan. Klimaks yang telah dibangun di bagian satu ini akan sulit untuk di-maintain dengan cliffhanger yang terkesan terburu-buru. Karena penonton memiliki ekspektasi kejuaran di Sydney akan menjadi klimaks di film ini.
Dari sisi animasi, Kyoto Animation tidak pernah mengecewakan. Animasi di film ini sangat smooth dan scene perlombaan yang dieksekusi dengan luar biasa. Scoring dan soundtrack film ini juga membawa penonton semakin terhanyut dengan plot dan konflik yang dialami oleh karakter-karakter.
Secara keseluruhan, Free! The Final Stroke merupakan film yang entertaining dan homage yang manis untuk ditonton para penggemar franchise anime ini. Sejak episode pertamanya tayang pada tahun 2013, film ini merupakan final gift yang solid untuk menutup perjalanan Haruka dan kawan-kawannya.
Free! The Final Stroke akan tayang di bioskop Indonesia mulai Rabu, 2 Februari 2022!.

De roeping van de mens is mens te zijn. – Multatuli


