Melalui Warner Bros, Paul Thomas Anderson menghadirkan sebuah film yang mengesankan hingga mencetak rating 97% di Rotten Tomatoes (hingga saat artikel ini diterbitkan). Film berjudul One Battle After Another ini dibintangi oleh sederet aktor ternama seperti Leonardo DiCaprio, Sean Penn Benicio del Toro, Teyana Taylor, Regina Hall, dan Chase Infiniti.
SINOPSIS.
Cerita bermula dengan Bob Ferguson (Leonardo DiCaprio) dan Perfidia Beverly Hills (Teyana Taylor) adalah bagian dari kelompok revolusioner dengan nama French 75. Aktivitas mereka adalah dari membebaskan para imigran yang ditahan pihak berwajib hingga menciptakan teror di bangunan-bangunan pemerintahan agar tuntutan mereka diperhatikan. Di tengah usaha revolusi tersebut, Bob dan Perfidia jatuh cinta dan lalu memiliki anak. Kebahagiaan mereka lalu terusik ketika Steven J. Lockjaw yang bertugas memburu para anggota French 75, membuat mereka Bob dan Perfidia terpisah hingga mengambil jalan hidupnya masing-masing.
Lalu cerita beralih ke konflik 16 tahun kemudian, Dimana Bob hidup dalam keadaan paranoia akibat pengaruh obat-obatan dan alkohol yang terus-menerus ia konsumsi. Ia hidup di luar peradaban bersama putrinya yang mandiri bernama Willa. Di periode inilah jalan cerita berubah haluan, dari aksi revolusi menjadi thriller. Bob yang kini hidup bersama putrinya, Willa, dipaksa menghadapi masa lalu ketika musuh bebuyutannya Kolonel Steven J. Lockjaw yang memiliki misi pribadi tersembunyi, kembali memburu sisa-sisa anggota revolusioner French 75.
REVIEW
Berbeda dengan film terakhir Paul Thomas Anderson yaitu Licorice Pizza , One Battle After Another adalah sebuah film yang intens, menegangkan dan juga ada komedinya walaupun secara tidak langsung.
Tidak hanya itu saja, latar film di One Battle After Another tampak sebagai sebuah pesan perlawanan terhadap pemerintahan yang otoriter ataupun perjuangan-perjuangan atas ideologi. Dan problematika nya sendiri sebenarnya cukup dekat dan isu-isu tentang imigran, kesenjangan sosial, hingga konflik keluarga. Semua hal tersebut dicoba untuk diramu oleh Paul Thomas Anderson di dalam cerita ini, walau rasa-rasanya terlihat ambisius sehingga khawatir fokus ceritanya meluber kemana-mana, tetapi buat penulis sang sutradara berhasil dalam menyampaikan pesannya di film ini.
Meski secara alur cerita film ini sebenarnya seperti film action, tetapi Paul Thomas Anderson justru memilih treatment dengan membangun atmosfir drama thriller di dalam filmnya. Dan Paul Thomas Anderson cukup cerdik dengan tidak perlu menampilkan banyak adegan baku tembak ataupun jual beli pukulan, ia berusaha menghadirkan ketegangan pada filmnya kepada penonton saat Kolonel Lockjaw beserta kelompoknya memburu Bob dan Willa disepanjang film.
Dengan durasi 2 jam 41 menit One Battle After Another ini sejatinya mengangkat tema politis tentang supremasi kulit putih, idealisme, hingga konflik moral dengan beberapa momen absurd, dengan cerita emosional tentang hubungan ayah dan putrinya yang berjarak.
Walau durasi film cukup panjang dengan beberapa time period namun alur ceritanya intens dan mengalir sehingga gampang untuk dinikmati, adegan car chase dibagian akhirnya sinematik sekali sekaligus dramatis.
Jajaran cast seperti Sean Penn membawakan karakter psikopat dan Leonardo DiCaprio dengan paranoid-nya, mereka bermain sesuai dengan kelasnya dan menurut penulis mereka juga layak untuk masuk nominasi penghargaan Oscar tahun depan.
Buat penulis One Battle After Another merupakan salah satu yang terbaik yang pernah Paul Thomas Anderson bikin setelah Punch Drunk Love dan There Will Be Blood.
One Battle After Another tayang di bioskop Indonesia mulai Rabu, 24 September 2025.






