Counterpart Series – Aksi Intelejen Menghentikan Ancaman Teror Dari Dunia Paralel

Tema dunia paralel atau semesta alternatif sudah lama diangkat ke dalam bentuk novel, serial tv atau film dalam genre science-fiction. Tidak hanya di ranah fiksi, para ilmuwan memang sudah lama melakukan penelitian mendalam dan pengumpulan data mengenai pro dan kontra teori multiverse ini, tetapi sampai saat ini belum ada bukti konkret keberadaan dunia lain yang berjalan beriringan dengan dunia tempat manusia hidup saat ini.

Serial Counterpart yang dibintangi oleh aktor pemenang Oscar J.K. Simmons adalah salah satu serial spy thriller yang mengangkat konflik di dunia paralel sebagai dasar ceritanya. Diceritakan, dunia tempat dimana kita hidup menduplikasi diri di pertengahan tahun 1980-an. Kedua dunia tersebut terhubung pada sebuah portal di Jerman, di mana kedua dunia tersebut dapat mengirim perwakilannya untuk melakukan perjalanan antar-dunia sebagai bagian dari hubungan diplomatik dua dunia yang mencoba hidup berdampingan dalam damai.

Sayangnya, sebuah peristiwa pandemi virus sejenis flu di tahun 1997 dialami dunia paralel dan membunuh lebih dari 7% penduduknya. Tragedi ini memicu kecurigaan dan perang dingin antar kedua dunia. Perang dingin dan intrik konspirasi yang melibatkan intelejen, mata-mata dan pembunuh bayaran dari kedua belah pihak pun mewarnai seluruh 10 episode dari serial yang tayang di Mola Tv ini.

Selain J.K. Simmons sebagai peran utama, serial yang dibesut penulis film peraih piala Oscar, The Jungle Book (2016), Justin Marks, ini juga menempatkan aktris kawakan Olivia Williams sebagai pemeran utama wanita. Keduanya bermain apik dalam peran ganda sebagai sepasang suami dan istri di dua dunia.

Episode perdana yang berjudul The Crossing menjadi perkenalan terhadap semesta Counterpart sekaligus penentu tone dan gaya bercerita seri ini. Diarahkan oleh Morten Tyldum,yang sudah berpengalaman menggarap The Imitation Game yang bergenre sejenis, episode ini membuka konflik satu per satu di saat Howard Silk (J.K. Simmons) kedatangan ‘kembarannya’ dari dunia paralel yang memperingatkan bahwa seorang pembunuh bayaran akan datang untuk membunuh istrinya Emily (Olivia Williams) yang tengah terbaring koma di rumah sakit.

Sang pembunuh bayaran Baldwin (Sara Serraiocco) yang datang dari dunia paralel memiliki misi rahasia untuk membunuh orang-orang tertentu atas suruhan sekelompok radikalis yang memiliki motif terselubung. Konflik lalu berkembang pada usaha sepasang Howard Silk menghalangi Baldwin sekaligus menghentikan niat jahat para radikalis dengan berbagai cara, salah satunya dengan nekat bertukar peran antar dunia.

J.K. Simmons dengan kapasitasnya sebagai peraih Piala Oscar Aktor Pendukung Terbaik lewat film Whiplash benar-benar menunjukkan tajinya berperan sebagai dua karakter Howard Silk yang berlawanan 180 derajat. Satu karakter Silk yang pendiam, lugu dan terkesan pecundang, serta satu lagi sebagai Silk yang pandai, penuh percaya diri dan sok jago. Akting Simmons juga diimbangi oleh Olivia Williams yang meski berperan ganda tapi memiliki beban lebih ringan karena salah satu karakternya terbujur koma. Kendati begitu, Williams tetap tampil trengginas saat berperan sebagai mantan istri Howard yang bekerja penyelidik di pemerintahan dunia paralel. Dua karakter utama ini juga didukung aktor-aktor kuat lain dalam sosok Harry Lloyd, Nazanin Boniadi, Nicholas Pinnock, Ulrich Thomsen dan aktor watak senior, Stephen Rea.

Musim pertama serial penuh intrik intelejen yang diwarnai misteri ini terasa sangat menegangkan kala penonton diberikan lapis demi lapis misterinya seperti kupasan bawang. Tiap episode Counterpart membuka tabir rahasia baru yang membuat rata-rata 45 menit durasi per episodenya ini terasa mengasyikkan untuk diikuti. Jawaban dari motif utama para radikalis mengirim Baldwin, rahasia siapa sosok penyusup yang membocorkan informasi intelejen di pemerintahan, rahasia-rahasia berbahaya yang disimpan para tokoh utama, intrik birokrasi pemerintahan, serta apa yang terjadi dengan nasib kedua dunia setelah episode klimaks yang mencengangkan di akhir musim pertama ini dijamin akan membayar tunai rasa penasaran penonton.

Tidak hanya itu, Counterpart juga secara tersirat memberikan potret dan kritik relevan pada ketimpangan yang menumbuhkan kecemburuan sosial yang ada di dunia dewasa ini, begitu pun juga singgungan sejarah yang terasa kental terhadap kondisi perang dingin Amerika Serikat dan Uni Soviet beberapa dekade lalu. Penggunaan latar negara Jerman sebagai gerbang penghubung kedua dunia rasanya jadi penanda yang paling nyata.

Secara keseluruhan, serial Counterpart adalah sajian bergizi untuk para penikmat serial spy thriller yang memiliki banyak misteri dan rahasia-rahasia konspirasi. Meski memiliki alur yang agak lambat, tetapi konflik dan berbagai rahasianya selalu membangkitkan rasa penasaran. Begitu pula dukungan para aktor watak yang menjadikan serial ini sebagai salah satu serial berkualitas yang sayang untuk dilewatkan begitu saja. Saksikan musim pertama dan kedua serial Counterpart tayang secara resmi di Indonesia lewat layanan streaming Mola TV. Nggak usah khawatir bayar mahal biayanya hanya  Rp12500 per bulan, kalian bisa menonton Counterpart dan mini seri menarik lainnya seperti Two Weeks To Live dan Into The Dark.