PERCY (2021)

Percy adalah drama biografi yang diadaptasi dari kisah nyata milik Percy Schmeiser, seorang petani di daerah Saskatchewan, Kanada yang harus berjuang melawan Monsanto karena dituduh menyalahgunakan teknologi GMO milik perusahaan tersebut. Sementara Percy merasa kalau selama ini ia hanya menggunakan bibit miliknya sendiri yang ia simpan, sebagaimana diajarkan oleh leluhurnya. Ia pun menghadapi perusahaan tersebut walaupun kekuatan yang ia punya rasanya tak sebanding. Figurnya menjadi populer dari pengadilan hingga konferensi pangan dan menjadi contoh sosok petani yang pantang putus asa.

Percy dibintangi oleh beberapa aktor kawakan yang sudah jago dibidangnya. Mulai dari Christopher Walken yang memerankan karakter Percy ini sendiri. Lalu, dimeriahkan pula dengan nama-nama lain mulai dari Christina Ricci, Roberta Maxwell, dan Zach Braff. Perjalanan Percy menemukan keadilan dalam filmnya ini diarahkan oleh Clark Johnson yang pernah menyutradarai S.W.A.T. Dalam departemen penulisan naskah, ada Garfield L. Miller dan Hillary Pryor yang mengadaptasi kisahnya.

Film ini menceritakan tentang kisah seorang petani rumahan bernama Percy (Christopher Walken) yang sudah mendedikasikan hidupnya di dalam ladang miliknya. Tetapi, suatu ketika kehidupannya terusik oleh sebuah korporasi besar yang berusaha melayangkan tuntutan kepada Percy yang katanya telah menggunakan biji yang ditanam di ladangnya tanpa izin mereka. Tetapi, Percy tidak merasa bahwa biji yang dia tanam adalah milik sang korporasi besar itu.

Sang korporasi menawarkan jalur damai kepada Percy agar permasalahan tidak berlanjut. Tapi, Percy tentu tidak terima dengan apa yang dilakukan oleh perusahaan tersebut. Akhirnya, Percy mengajukan banding untuk mendapatkan keadilan. Tentu saja, proses pengadilan Percy dan korporasi ini tak semudah dan secepat yang dibayangkan. Ada banyak cara yang dilakukan oleh sang korporasi untuk bisa memenangkan pengadilan ini. Tapi, Percy tetap terus berusaha untuk bisa mendapatkan keadilan itu.

Agenda tentang korporasi besar untuk mendapatkan yang dia mau dan melakukan segala cara untuk bisa melawan orang-orang tanpa kekuatan ini memang sering terjadi. Bahkan, beberapa film juga pernah mengangkat hal serupa. Tetapi, lewat film Percy, ada fakta-fakta baru yang ternyata bisa saja menjadi celah bagi korporasi besar untuk bisa menuntutnya. Hal-hal sepele, seperti klaim sebuah benih yang dilakukan oleh korporasi agar bisa memonopoli penjualan hasil panennya nanti.

Hal ini dirangkum dalam 100 menit film ini, yang mungkin tak secara keseluruhan dapat menceritakan bagaimana liciknya sang korporasi. Tetapi, film ini memperkecil ruang gerak ceritanya terhadap bagaimana korporasi itu berdampak pada satu orang saja.

Percy, sebagai salah satu pihak yang dirugikan dan salah satu yang berani mengkonfrontasi sebuah korporasi besar ini bisa dijadikan sebagai ikon perlawanan bagi yang lainnya. Sehingga, kisah dalam film ini berfokus pada karakter Percy sebagai sosok “pahlawan” dan menemukan kisah-kisah menyentuh lain yang membuat karakternya semakin berkembang di dalam filmnya.

Film yang berlatarbelakang di negara Kanada ini seakan memberikan sebuah penegasan bahwa korporasi besar dan kekuatannya ini adalah problematika yang terjadi di mana saja. Diperkuat dengan bagaimana Christopher Walken berhasil memerankan karakter Percy dengan sangat baik. Aktor yang beberapa kali mendapatkan nominasi beberapa penghargaan film ini mampu membuat penonton merasakan segala kegelisahan hidupnya sebagai karakter Percy yang sedang merasakan susahnya proses mendapatkan keadilan.

Konflik seputar agraria seringkali muncul di berbagai negara. Termasuk di sebuah daerah di Kanada seperti yang digambarkan dalam film “Percy”. Namun film ini mempunyai keunikan tersendiri karena tidak hanya mengangkat isu tanah, tapi juga berkaitan dengan Genetically Modified Organism (GMO) antara petani dan korporat besar Mungkin, masih ada beberapa potensi konflik yang bisa digali namun sepertinya memang dibatasi oleh sang sutradara agar fokus cerita lebih ke Percy sebagai sang karakter utama difilmnya. Dengan mengikuti segala keresahan setiap karakternya dan bagaimana cara mereka memperjuangkan haknya sebagai masyarakat Kanada, film Percy ini sangat menarik untuk diikuti. Ditutup pula dengan cara penyampaian “pesan” yang menghangatkan hati penontonnya.