INSIDE OUT 2 (2024) – KISAH EKSPLORASI EMOSI YANG LEBIH KOMPLEKS DAN LEBIH DALAM

Sembilan tahun setelah film pertamanya disutradarai oleh Pete Docter, kini Inside Out 2 digarap oleh Kelsey Mann yang baru melakukan debut penyutradaraan di film ini. Amy Poehler, Phyllis Smith, dan Lewis Black kembali lagi memerankan Joy, Sadness, dan Anger di film keduanya. Selain mereka bertiga, Inside Out 2 juga dibintangi oleh Tony Hale, Liza Lapira, Maya Hawke, Ayo Edibiri, dan aktor lainnya.

 

SINOPSIS

Film ini menceritakan tentang Riley, yang kini berusia 13. Ia sudah SMP, dan bergabung ke dalam tim hoki sekolah. Dia mulai menjalin pertemanan baru di sekolah. Di tengah perubahan ini, emosi lamanya seperti Joy (Amy Poehler), Anger (Lewis Black), Sadness (Phyllis Smith), Fear (Tony Hale), dan Disgust (Liza Lapira), dikejutkan oleh kehadiran emosi-emosi baru.

Otak Riley (yang disebut Headquarter alias Markas Besar) gempar. Sebab, masa remaja membawa begitu banyak perubahan baru. Riley mulai merasakan cemas, cemburu, dan sebagainya. Perasaannya semakin kompleks. Kehadiran Anxiety (Maya Hawke), Envy (Ayo Adebiri), Ennui (Adèle Exarchopoulos), dan Embarrassment (Paul Walter Hauser). Hingga bermunculan juga panel tombol yang lebih rumit untuk mengendalikan emosi Riley. Markas jadi riuh rendah.

Dengan kehadiran empat emosi baru dalam film ini, petualangan emosional yang lebih kompleks dan menarik akan menemani perjalanan Riley di masa remajanya.

REVIEW

Meski cerita berfokus pada Riley, tapi apa yang dialami karakter utama Inside Out 2 pasti dialami semua orang. Pencarian jati diri dan gejolak emosi dalam diri Riley digambarkan begitu apik dan relevan, terutama untuk penonton yang telah melalui masa pubertas. Penonton dibawa untuk melihat lagi apa yang dirasakan ketika beralih dari anak-anak menjadi dewasa. Seperti saat kecemasan mendominasi diri, sehingga kita bersikap terlalu keras terhadap diri sendiri dan melupakan kebahagiaan kita.

Jika film pertamanya menampilkan Riley Andersen yang masih anak-anak, film keduanya menampilkan babak baru dalam kehidupan Riley yang memasuki masa remaja. Enggak heran eksplorasi emosi yang ditampilkan Inside Out 2 jauh lebih kompleks dan jumlah emosinya pun bertambah. Menariknya lagi, film ini juga memperlihatkan bagaimana interaksi antara emosi-emosinya Riley yang ternyata punya peran penting dalam membentuk jati dirinya Riley.

Penulis skrip Meg LeFauve dan Dave Holstein berusaha keras untuk memberikan semua karakter panggung. Tapi hasil akhirnya agak tidak berimbang. Film ini berusaha membahas banyak hal tapi hasil akhirnya kurang sekuat film pertamanya. Tentu saja sebagai film Pixar Inside Out 2 masih berhasil memberikan momen yang indah, lengkap dengan klimaks yang memuaskan, tapi secara emosi film ini tidak bisa disandingkan dengan film pertamanya.

Film ini memang sukses menghibur penontonnya. Animasinya yang lucu pun bakal sukses membuatmu terpukau. Namun nyatanya, ada banyak banget pesan tersembunyi yang hadir di film ini. Pesan-pesan ini pun mungkin bisa relate dengan kita sebagai penontonnya.

Salah satu pesan yang penulis tangkap adalah kita harus menerima segala kejadian atau masalah yang terjadi. Karena dengan begitulah, kita bisa tumbuh. Menyesampingkan masalah atau memori yang buruk, tentu bukan langkah yang bijak. Namun menerima itu semua tentu tidaklah mudah. Namun, kita bisa belajar terus-menerus agar bisa tumbuh dan berkembang dengan baik untuk ke depannya.

Inside Out 2 dan itu seru banget…nget!!! Bener-bener bikin ngakak sepanjang durasi. Riley era puber ini ngingetin mimin waktu belum lama ini nginjak masa akil baligh. Inside Out 2 juga menghadirkan kisah eksplorasi emosi yang lebih kompleks dan lebih dalam, yang ternyata terasa sangat relate bagi kehidupan orang dewasa di kehidupan nyata. Konflik batin yang ditampilkan film ini begitu mengena, apalagi dengan kehadiran para emosi barunya Riley. Para pengisi suara karakter emosi berhasil menghidupkan karakternya dengan sangat baik, sehingga pesan dari filmnya tersampaikan dengan baik.

Inside Out 2 tayang di bioskop Indonesia mulai 14 Juni 2024! Oh iya, ada after credit scene dipaling ujung banget ya.

Share