A QUIET PLACE: DAY ONE (2024) – SPIN-OFF PREKUEL YANG MENCEKAM, MENGAGETKAN, DAN MENGHARUKAN

Film ini disutradarai oleh Michael Sarnoski, berbeda dengan dua film sebelumnya, A Quiet Place (2018) dan A Quiet Place Part Two (2021) yang disutradarai John Krasinski. John Krasinski masih terlibat dalam penulisan naskah Day One bersama Bryan Woods, dan kembali menunjukkan kepiawaiannya dalam menciptakan narasi yang kuat. Film arahan sutradara Michael Sarnoski ini dibintangi Lupita Nyong’o sebagai tokoh utama dan juga dibintangi Joseph Quinn sebagai Eric, Alex Wolff sebagai Reuben, Djimon Hounsou sebagai Henri, serta Eliane Umuhire.

SINOPSIS

Lupita Nyong’o sebagai protagonis utama dalam film. Nyong’o berperan sebagai Sam, seorang penyair wanita yang berusaha bangkit dari keterpurukan pascakematian ayahnya. Dunia berubah setelah monster asing sensitif suara menginvasi, memaksa kehidupan menjadi hening demi keselamatan.

Dalam upayanya untuk selamat, Sam bertemu dengan Eric (Joseph Quinn) seorang imigran Inggris yang tidak terlalu jelas latar belakangnya (selain bahwa dia kuliah hukum) bagaimana dirinya bisa terjebak di selokan New York. Sam dan Eric berusaha untuk menyelamatkan diri dengan kapal, sambil kembali menemukan alasan dan motivasi untuk bertahan hidup.

REVIEW

Mengikuti formula film sebelumnya, film ini masih menggunakan bingkai melodrama yang mudah untuk dipahami oleh semua orang. Kalau film pertamanya menggunakan tragedi keluarga sebagai pondasi, kali ini tokoh utamanya digambarkan dalam kondisi yang memerlukan perhatian khusus.

Para cast seperti Lupita Nyong’o dan Joseph Quinn cukup sukses menyajikan kengerian yang dihadapi karakter mereka bahkan dengan dialog minim, namun hingga akhir merasa kedua karakter seperti kurang terbangun dengan baik.

Penyajian ceritanya bisa terasa biasa saja dan terasa aneh di beberapa bagian. Saya bisa mengerti motivasi Sam, berhubung dia juga tidak punya umur panjang karena penyakitnya. Tapi efeknya, penyajian ceritanya jadi terasa kurang maksimal.

Ada banyak kemungkinan plot yang bisa terjadi di New York, di hari para monster ini menyerang Bumi, dan A Quiet Place: Day One terasa menyorot cerita yang terasa biasa dan kurang menarik.

Pendekatan prekuel membuat tidak terlalu banyak jawaban misteri yang terungkap soal para monster yang datang ke planet bumi ini. Sedangkan kelemahan seperti para monster tak bisa berenang sudah terungkap di film sebelumnya.

Hal mendasar inilah yang membuat narasi ini terasa kurang komprehensif dan tentu akan membuat banyak penonton bertanya-tanya, terlebih latarnya merupakan hari pertama invasi, sudah tentu hal mendasar seperti ini harus ada penjelasannya.

Salah satu hal yang penulis yang bisa penulis tangkap dari Day One adalah tentang memaknai arti hidup yang ditunjukkan sepanjang film oleh para karakter-karakter utamanya. Seperti Sam yang dalam kondisi sekarat mencoba mencapai impian terakhirnya, lalu Eric yang diberikan kesempatan buat hidup setelah maut hampir menjemput dirinya. “Perjalanan” mereka disepanjang durasi film cukup mencerminkan kegelisahan hingga keceriaan mereka.

Di film ketiga dari franchise A Quiet masih membawa feel yang mencekam, mengagetkan, dan mengharukan. Day One memang lebih kerasa dramanya, dibanding horror/thriller. Nilai plus buat penampilan menggemaskan sang kucing Frodo, yang mampu memberikan warna lain didalam filmnya.

A Quiet Place Day One sama sekali tidak menampilkan adegan post credit. A Quiet Place: Day One tayang di bioskop Indonesia mulai Rabu, 26 Juni 2024!.

Share