IN THE HEIGHTS (2021) – FILM MUSIKAL TENTANG MIMPI YANG MENYENTUH RELUNG JIWA

In The Heights merupakan salah satu pertunjukan musikal di teater Broadway dimana pertunjukan tersebut debut pertama kali pada tahun 2008. Musik dan Liriknya ditulis oleh Lin-Manuel Miranda yang juga membuat pertunjukan musikal terkenal lainnya yaitu Hamilton. Setelah tertunda selama satu tahun akibat pandemi, pada tahun 2021 ini In The Heights sudah bisa dinikmati di bioskop.

Digarap oleh Jon M. Chu yang sudah menyutradarai film dari adaptasi novel laris, Crazy Rich Asians lalu film ber-genre heist yaitu Now You See Mee 2. Kapabilitas Chu dalam mengerjakan film musikal tidak perlu dipertanyakan karena sebelumnya ia juga sudah mengerjakan film dance Step Up dan dan film konser Justin Bieber yang hasilnya bisa dbilang sangat memuaskan dan bagus.

Film yang kaya dengan kultur dan kebudayaan hispanik ini bercerita tentang kehidupan disalah satu sudut kota New York yang bernama Washington Heights. Ada beberapa karakter yang menjadi fokus cerita didalam filmnya. Ada Usnavi (Antonio Ramos) yang bermimpi untuk pulang ke kampung halamannya dan melanjutkan bisnisnya disana, Vanessa (Melissa Barecca) yang bercita-cita menjadi desainer. Lalu ada Nina (Leslie Grace) yang ingin mengangkat martabat komunitasnya setelah ia mendapatkan perlakuan rasisme, dan Benny (Corey Hawkins) yang mencintai Nina. Dan masih banyak karakter-karakter menarik lainnya di Washington Heights seperti Sonny sepupu Usnavi, Kevin yang memiliki layanan taksi sekaligus ayah dari Nina dan juga Claudia yang dituakan dan dihormati oleh seluruh komunitas. Semua karakter yang ada di film ini memiliki satu kesamaan yaitu mereka memiliki mimpi atau impian, serta cita-cita yang ingin mereka gapai walau mereka tahu akan banyak halangan dan tantangan yang akan mereka hadapi.

In the Heights bukan sekadar menghadirkan nuansa yang meriah. Tetapi juga melahirkan keindahan melalui pengambilan-pengambilan gambar yang dipilih dalam setiap momen. Salah satu scene antara Nina dan Benny ketika menyanyikan lagu When the Sun Goes Down sangat magis dan juga ketika scene dimana lagu Alabanza (lagu favorit penulis di film ini) dimainkan di tengah gelapnya malam ketika blackout terjadi di Washington Heights. Lirik lagunya mungkin tidak mudah untuk dihapalkan tetapi nada-nada musiknya akan selalu menyangkut di kepala. Selain itu juga didukung koreografi yang indah dan berenergi dari para jajaran castnya dan ternyata di film ini menggunakan dancer dari teater Broadway-nya langsung, jadi tidak heran pertunjukannya juga terlihat mewah dan mengasyikan melihat koreografi yang ditampilkan.

Salah satu kelebihan lain di film ini ialah wardrobe dari para pemain. Perpaduan warna dan street wear yang digunakan sangat pas dan sesuai. Ciri khas film musikal tentu adalah kostum yang harus tampak menonjol saat dipakai menari dan In the Heights berhasil menghadirkannya. Konsep streetwear dengan bermacam corak dan penuh warna sangat memanjakan mata penonton.

Tidak bisa dipungkiri, tidak semua orang akan bisa menikmati film-film musikal karena memang segmented. Film musikal megah ini bercerita tentang mimpi dan cita-cita yang menyentuh relung jiwa. dengan lagu-lagu catchy khas teater Broadway, disertai kemeriahan menyenangkan yang berbaur dengan koreografi memukau. In the Heights merupakan sebuah tontonan berkelas yang juga dihiasi dengan kata-kata bijak. Film ini layak banget buat ditonton di layar lebar, agar kalian lebih puas menikmati lagu dan shot-shot ciamik dalam filmnya.

Jangan lewatkan juga after credit scene yang terletak dipaling akhir dari filmnya, yang menarik untuk kalian saksikan. Selamat menonton 🙂