ZETA – FILM ZOMBIE TERBARU KARYA ANAK BANGSA

Film horor memang tengah merajalela di bioskop. Namun ZETA bukanlah horor, lebih tepat disebut genre thriller-science-fiction, karena di sini tidak ada hantu-hantu tradisionil seperti pocong, kuntilanak, atau sejenisnya, toh ketegangan luar biasa bakal mencekam penonton sepanjang durasi 90 menit.

Apa arti kata ZETA? “Itu huruf ke-6 dalam alphabet Yunani. Dalam film ini menjadi parasit yang menyerang enam bagian otak agar ia berkembang biak. Orang yang menjadi host parasit jahat ini akan menyerang orang lain, jika ia menggigit, akan menyebarkan nucleus lewat saliva (air liur). Siklus ini terulang lagi pada host baru. Selain ini Zombie juga identik dengan huruf Z bukan?” kilah sutradara muda Amanda Iswan hingga memutuskan memakai judul ini.

Mandy, panggilan Amanda, menjelaskan, “Setelah lulus kuliah saya langsung terjun ke dunia film, ternyata nggak semua yang saya pelajari bisa diaplikasikan. Tetap in the end you need experience to thrive. Jadi karena ini film pertama, saya mau belajar semuanya. Benar-benar men-zero-kan mindset, belajar dari nol lagi. Untungnya bertemu dan bekerja sama dengan pak SyaifulWathan, produser sekaligus mentor saya yangg benar-benar mengajari semuanya dengan sabar.”

Sinopsis

Deon (Jeff Smith) remaja kelas 3 SMA tinggal berdua dengan ibunya yang bernama Isma Kumala (Cut Mini), ayahnya Dr Richard Ross (Willem Bevers) meninggalkan mereka di apartemen Teratai Asri karena Isma menderita alzheimer. Deon yang temperamental sering berkelahi di sekolah hingga pada suatu hari ia melihat seorang siswa mendadak menjadi kanibal dan menggigit leher suster sekolahnya. Kejutan berikutnya, mulai banyak zombie-zombie yang berkeliaran di jalan. Menyadari situasi makin gawat, Deon ingin membawa ibunya ke tempat aman.

Di tempat lain Richard yang merupakan ayah Deon melaporkan pada Kolonel Vito (Joshua Pandelaki), asal-usul wabah zombie yang kian marak. Militer harus segera turun tangan dengan tegas sebelum lebih banyak lagi penduduk kota berubah menjadi mayat hidup dan bergentayangan mencari mangsa baru. Apakah mereka masih belum terlambat untuk mencegah penyebaran penyakit tersebut? Di atas itu semua, bagaimana cara menyelamatkan dunia yang terancam kiamat?!