WRATH OF MAN (2021) – AKSI BRUTAL STATHAM DEMI BALAS DENDAM

Film terbaru Jason Statham (Hobbs & Shaw, Expendables, Transporter) akhirnya rilis setelah 2 tahun terakhir ini vakum, kali ini Statham kembali berkolaborasi dengan sutradara Guy Ritchie (The Gentlemen, Aladdin, Sherlock Holmes, Snatch) setelah mereka terakhir bekerja sama di film Revolver (2005) yang juga sudah lama sekali. Wrath Of Man diadaptasi dari film Perancis tahun 2004 yang berjudul Le Convoyeur atau Cash Truck

SINOPSIS

Diceritakan terjadi sebuah peristiwa perampokan truk pengangkut uang dari perusahaan Fortico yang berakhir dengan jatuhnya korban tewas dua orang pegawai yang bertugas menjaga truk tersebut dan seorang pemuda. Setelah kejadian tersebut Fortico, selaku perusahaan membuka rekrutmen lalu masuklah sang protagonis yang bernama Patrick Hill (Jason Statham) untuk bergabung dengan Fortico untuk menjadi anggota security pengamanan truk uang.

Penampilan Hill pada awalnya sangat meragukan dan tidak mendapatkan respek dari rekan-rekannya, ia pun dididik oleh Bullet (Holt McCallany) yang sudah senior mengenai seluk beluk pekerjaan dan risiko yang akan dihadapi. Hingga pada suatu hari Hill, Bullet dan rekan kerjanya yang bernama Boy Sweat (Josh Hartnett) mengalami perampokan, dan diluar dugaan Hill berhasil menggagalkan perampokan tersebut dengan seorang diri, tidak hanya itu saja seluruh anggota perampok juga ia habisi. Alhasil setelah kejadian tersebut kini ia menjadi disegani oleh seluruh orang diperusahaannya. Namun setelah itu timbul pertanyaan baru oleh orang-orang sekitarnya, siapakah Hill sebenarnya? Apa motivasi Hill bekerja di Fortico?

REVIEW

Setiap act pada film ini terdapat title atau judul yang akan menjadi panduan cerita dalam setiap adegannya, penulis tidak akan menyebutkan apa saja judulnya karena mengandung spoiler. Bagian awal merupakan favorit penulis karena British Comedy ala Guy Ritchie terasa sangat kental ditampilkan, dari pengenalan tokoh dan jokes-jokes yang dilemparkan membuat penulis beberapa kali tertawa.

Sedangkan untuk act 2 nya terasa agak slow dikarenakan fokus cerita yang berubah ke main character yang lain dan juga timeline yang berpindah-pindah jadi agak menurunkan tensi yang sudah dibangun dari awal. Namun tidak perlu khawatir, karena Guy Ritchie memang sengaja melakukan itu semua agar Final Act-nya bisa klimaks, dari aksi heist terencana hingga pertempuran brutal penuh ketegangan bisa kalian nikmati. Dan hal tersebut dieksekusi dengan sangat baik di film ini.

Sedangkan untuk Jason Statham sendiri di film ini ia hanya menjadi dirinya seperti di film-film action yang pernah ia bintangi, dingin, misterius dan overpowered seperti biasanya tapi terlihat lebih “kalem” karena ia lebih banyak melakukan adegan tembak-menembak dibandingkan menampilkan martial art. Keahlian tersebut terasa agak kurang dimanfaatkan atau dieksploitasi di film ini.

SUMMARY

Film ini menandai kolaborasi sutradara Guy Ritchie dan Jason Statham untuk kesekian kalinya. Untuk urusan action, film berdurasi 118 menit ini sudah pasti tanpa kompromi. Penonton bakalan dihujani adegan tembak-menembak serta baku hantam. Dan juga point of view cerita dan latar belakang dari tiap-tiap karakter utamanya yang menarik untuk diikuti.

Tayang di bioskop Indonesia mulai 5 Mei 2021 dan juga tersedia dalam IMAX version.