THE GENTLEMEN (2020) – Guy Ritchie dan Ciri Khas Dalam Film-Filmnya

Title sequence. Check! Larger-than-life characters. Check! Chase scenes. Check! Robbery scene. Check! Quick cuts. Check! Interconnected plots. Check! Sarcastic humor. Check! Fast-talking dialogue. Check! Gangster with nicknames. Check!

Kalau semua itu terdapat di sebuah film yang anda tonton, well, Anda menonton film karya Guy Ritchie, seorang Sutradara yang memulai karirnya dari nol dengan bekerja di sebuah studio film yang memberinya gaji kecil. Lalu ia pun mulai membuat film-film pendek sampai berhasil mengumpulkan dana untuk membuat “Lock, Stock and Two Smoking Barrels”. Tidak banyak Sutradara yang memiliki ciri khas dan diingat terus oleh banyak penonton, terutama para penggemarnya. Salah satunya Mr. Ritchie ini, walaupun di awal kemunculan ada yang membandingkan trademark-nya tersebut agak mirip dengan milik Quentin Tarantino.

Setelah berkelana bersama Aladdin, akhirnya Mr. Ritchie kembali ke ranah yang melambungkan karirnya: sebuah film tentang gangster yang berjudul sederhana,“The Gentlemen”. Film ini bercerita tentang Mickey Pearson, seorang gembong ganja Amerika yang tinggal di Inggris, yang ingin menjual seluruh bisnisnya, tapi menghadapi berbagai masalah dengan pihak-pihak yang ingin menggulingkannya.

“The Gentlemen” seperti memborong seluruh ciri khas Sang Sutradara yang telah disebutkan di atas. Salah satu yang paling menarik adalah larger-than-life characters dimana ternyata karakter-karakter yang barangkali dianggap kecil tapi memiliki dampak yang besar bagi keseluruhan film. Film ini juga kembali menjadi pembuktian pesona Hugh Grant sebagai aktor besar. Ia menjadi multi-layered character yang, berdasarkan berbagai sumber, musti mengkhatamkan lebih dari empat puluh halaman skenario untuknya sendiri. Buat saya pribadi, dialah bintang dalam “The Gentlemen”.

Hal yang menarik lainnya dari ciri khas Mr. Ritchie dalam “The Gentlemen” adalah interconnected plots yang digabungkan dengan quick cuts dimana cerita tokoh yang satu dihubungkan dengan kejadian yang dialami tokoh yang lain dengan sangat mulus dan mengasyikkan untuk ditonton. Cuma sayang sekali, klimaks dari adegan-adegan tersebut kurang memberi kejutan.

Dan terakhir, tentu saja, yang membuat para penonton terpingkal-pingkal jika mengerti dengan dialog para tokohnya, sarcastic humor. Tiap karakter mempunyai momennya tersendiri dalam hal ini, dan tentu saja yang paling banyak mengenai sasaran adalah dialog-dialog cepat yang dilontarkan oleh tokoh Fletcher yang diperankan Hugh Grant.

Dengan film “The Gentlemen”, Guy Ritchie harusnya menjadi Sutradara yang lebih diperhitungkan lagi dan bahkan dia sepertinya belum sampai di puncak karirnya.