Quarantine Tales (2020) – Film Omnibus Indonesia Bertemakan Hubungan Antar Manusia

Tanggal 18 Desember BioskopOnline bekerjasama dengan BASE Entertainment merilis sebuah film omnibus Indonesia berjudul QUARANTINE TALES, dimana singkatnya film omnibus adalah sebuah subgenre yang terdiri dari beberapa film pendek yang digabung dalam satu film panjang dengan mengusung tema yang sama. QUARANTINE TALES terdiri dari lima cerita yang masing-masing disutradarai oleh Dian Sastrowardoyo, Jason Iskandar, Ifa Isfansyah, Aco Tenri dan Sidharta Tata.

Berbicara film omnibus Indonesia, mungkin ada beberapa judul yang sudah pernah kalian tonton atau mungkin pernah kalian dengar seperti KULDESAK (1998), PEREMPUAN PUNYA CERITA (2008) TAKUT:FACES OF FEAR (2008), JAKARTA MAGHRIB (2011), HI5TERIA (2012), RECTOVERSO (2013)dan masih ada beberapa judul lainnya. Untuk film omnibus sebenarnya sudah cukup lama tidak ada yang memproduksi atau merilis beberapa tahun belakangan, dengan adanya QUARANTINE TALES diharapkan kedepannya akan melahirkan film omnibus baru dan membuka peluang untuk sutradara-sutradara berbakat serta potensial untuk mempertunjukkan karya mereka secara luas.  

NOUGAT

Film ini merupakan debut Dian Sastrowardoyo sebagai sutradara dan penulis naskah, bercerita tentang tiga saudari bernama Ubay (Marissa Anita), Ajeng (Adinia Wirasti) dan Deno (Faradina Mufti) dengan menggunakan 5 timeline waktu yang berbeda dari tahun 2010 sampai dengan 2020, dimana seiring bertambahnya umur hubungan mereka mulai renggang diakibatkan oleh jarak dan kehidupan pribadi masing-masing. Walaupun hanya menggunakan dukungan teknologi  front camera yang berbeda mengikuti perkembangan jaman pada setiap masanya divisualkan secara baik, lalu chemistry dari masing-masing karakter sangat kuat sekali dimana Ubay, Ajeng dan Deno yang juga berkutat dengan masalah hidup yang berusaha mereka hadapi. Ceritanya sederhana namun sangat emosional.

PRANKSTER

Disutradarai oleh Jason Iskandar dari Studio Antelope yang juga merupakan sutradara film AKHIRAT yang direncanakan rilis di bioskop pada tahun 2021, PRANKSTER bercerita tentang vlogger bernama Didit Iseng (Roy Sungkono) yang gemar melakukan prank kepada bintang tamunya, dimana kali ini Aurel (Windy Apsari) menjadi korbannya. Diluar dugaan Aurel juga sudah menyiapkan “kejutan” kepada Didit. Tema cerita film ini diambil dari fenomena seorang Youtuber yang memberikan paket bantuan berisi sampah kepada transpuan.  Ide cerita yang dieksekusi cukup baik namun masih ada beberapa kekurangan dari prank yang cenderung biasa dan akting yang terasa flat dan ackward dari para pemainnya. Film ini mungkin bisa mewakili para netizen yang resah atau kesal kepada para pelaku prankster yang dianggap sudah kelewatan batas  terutama pada masa kini

COOK BOOK

Disutradarai oleh sutradara berpengalaman Ifa Isfanyah, COOK BOOK bercerita tentang Halim (Verdi Solaiman) seorang koki yang berusaha mengisi kegiatan di rumah selama masa pandemi dengan mencoba membuat sebuah buku resep makanan. Sehingga pada suatu hari ia mendapatkan video call dari seorang wanita tak dikenal (Brigitta Cynthia) yang tiap hari menghubungi ia. Awalnya Halim tidak peduli, namun seiring berjalannya waktu hubungan Halim dengan wanita tersebut mulai dekat yang justru menguak sebuah misteri. Cook Book memilik production value yang apik dari set dekorasi yang diatur sedemikian rupa agar nyaman dilihat penonton dan tempat tinggal yang mungkin membuat siapapun ingin tinggal di rumah tersebut, kualitas akting yang tidak perlu diragukan dari Verdi sebagai orang yang kesepian dan menyimpan kepedihan juga sangat mendukung jalannya cerita film ini, untuk inti atau makna cerita mungkin akan terasa membingungkan untuk sebagian penonton.  

HAPPY GIRLS DON’T CRY

Disutradarai oleh Aco Tenriyagelli atau Aco Tenri yang sudah membuat beberapa film pendek dipercayakan untuk mengerjakan ide cerita yang cukup menohok dan miris. HAPPY GIRLS DON’T CRY bercerita tentang seorang anak gadis bernama Adin (Arawinda Kirana) yang memenangkan hadiah giveaway dari kompetisi online, namun karena kondisi ekonomi yang menghimpit sang Ayah (Teuku Rifnu Wikana) dan ibunya (Marissa Anita) hendak menjual hadiah tersebut agar uangnya bisa dipakai untuk membayar hutang dan menghidupi keluarga, tak disangka keinginan tersebut justru mendapat penolakan dari Adin.  Cerita yang disampaikan Aco Tenri sangat sinkron dengan fenomena yang terjadi dimasyarakat saat ini, dari sindiran tingkat sosial, pengaruh baik dan buruknya sebuah social media. Untuk masing-masing karakter yang dibawakan Teuku Rifnu dan Marissa  sebagai orang susah sudah sangat menjiwai sekali dan berkesan, sedangkan Arawinda juga bermain dengan baik dalam membawakan karakternya patut ditunggu apakah akan menjadi rising star nantinya.

THE PROTOCOL

Disutradarai oleh Sidharta Tata sekaligus penutup film omnibus ini, bercerita tentang dua orang perampok (Abdurrahman Arif dan Kukuh Prasetya) yang baru saja melakukan aksi kejahatan dan melarikan diri, hingga pada akhirnya salah satu rekannya yang bernama Icuk tiba-tiba meninggal akibat penyakit yang disebabkan oleh virus. Dengan keterbatasan peralatan dan bantuan kini pria tersebut mencoba untuk menguburkan temannya secara berhati-hati. THE PROTOCOL sejatinya mengusung tema horor komedi, dengan penampilan tunggal Abdurrahman Arif disepanjang film yang aksinya cukup komikal dan menghibur, namun di dalam beberapa scene terkesan repetitif tetapi masih tetap mengasyikan untuk dinikmati. Pesan terakhir dari film ini SWAB, IKUTIN PROTOKOL!

QUARANTINE TALES bisa kalian tonton melalui layanan streaming BioskopOnline.com