ONCE UPON A TIME IN HOLLYWOOD (2019) – TENTANG KOBOI DAN KELILING HOLLYWOOD BERSAMA TARANTINO

Dunia perfilman telah memiliki harta berharga berupa karya klasik berjudul Once Upon A Time In The West (1968) dan Once Upon A Time In America (1984). Kedua film ini disutradarai oleh Sergio Leone, filmmaker serba bisa dari Italia yang digadang penemu Spaghetti Western. Dua film tersebut mempengaruhi banyak sineas, termasuk Quentin Tarantino. Tidak heran filmography-nya terdiri dari Django Unchained (2012) dan The Hateful Eight (2015). Film kesembilannya, Once Upon A Time In Hollywood yang tahun ini premier di Festival De Cannes juga menjadi simbol kecintaannya pada para Koboi. Tapi walau cerita koboi paling dominan di film ini, ia juga memasukkan berbagai isu di era golden age nya Hollywood. Isu-isu tersebut dimasukkannya dengan sangat luwes lewat tokoh-tokoh dan percakapannya, baik tokoh yang betulan ada, tokoh fiksi, ataupun tokoh yang terinspirasi dari tokoh yang pernah betulan ada.

Misalnya saja Rick Dalton (Leonardo DiCaprio), sang tokoh utama. Dikutip dari berbagai sumber, tokoh ini terinspirasi dari tokoh-tokoh terkenal Hollywood pada zamannya, seperti Burt Reynolds, Ty Hardin, Steve McQueen, Pete Duel, George Maharis, dan sebagainya. Rick adalah seorang aktor yang tengah berada dalam masa krisis. Setelah sukses dengan membintangi acara TV bertahun-tahun, ia mencoba peruntungan di dunia perfilman Hollywood. Tapi sayang usahanya tersebut mengalami berbagai kendala. Ia pun mau tidak mau, harus menerima tawaran bermain dalam beberapa judul Spaghetti Western di Italia.

Cliff Booth (Brad Pitt) adalah sahabat karib Rick Dalton yang juga menjadi stunt double-nya. Seorang lelaki yang terlihat kalem tapi memiliki ketangkasan yang mematikan. Tokoh Cliff juga disaripatikan dari beberapa tokoh nyata, seperti Gene LeBelle, Gary Kent dan tokoh fiksi lainnya, yakni Billy Jack. Setelah rumor bahwa ia telah membunuh sang istri dan masalah lainnya, Cliff kesusahan mendapatkan pekerjaan lagi di tempat syuting. Alhasil, sehari-hari ia menjadi asisten pribadi Rick Dalton; mengantarnya kemanapun ia pergi dan melakukan apa saja yang diminta. Dua tokoh ini (Rick dan Cliff) menunjukkan betapa piawainya Tarantino dalam menciptakan karakter dalam skenario yang ia tulis sendiri. Tidak dapat dimungkiri ia telah memberikan kita karakter-karakter yang memorable di film-filmnya terdahulu. Bahkan sampai memberikan Christoph Waltz dua Oscar.

Sementara tokoh-tokoh nyata Hollywood yang tidak segan ditampilkan oleh Tarantino di film ini antara lain: Sharon Tate (Margot Robbie), Roman Polanski (Rafal Zawierucha), Jay Sebring (Emile Hirsch), James Stacy (Timothy Olyphant), Bruce Lee (Mike Moh), Charles Manson (Damon Herriman), dan lain-lain. Dalam film ini, Sharon Tate sedang berbunga-bunganya sebab film panjangnya yang kelima, The Wrecking Crew baru saja dirilis. Ia pun tidak segan menonton sendiri film yang ia perankan itu. Sharon dan Rick sebetulnya tinggal bertetangga. Tapi sayangnya mereka belum pernah bertegur sapa. Hingga suatu kejadian membuat mereka melakukan itu.

Di samping gaya penceritaan yang memang milik Tarantino seorang, hal istimewa lain yang dimiliki film ini tentu musik yang mengiringinya. Sepanjang film kita disuguhkan lagu-lagu keren dari golden age-nya Rock’n’Roll serta genre lainnya, seperti Bob Seger, Chad & Jeremy, Simon & Garfunkel, Deep Purple, Dee Clark, Neil Diamond, Buchanan Brothers, dan masih banyak lagi.

Lalu apakah Tarantino memasukkan banyak kejadian nyata pula yang berhubungan dengan tokoh-tokohnya? Secara pribadi saya tidak terkejut dengan watak Tarantino tersebut. Yang jelas saya sangat menikmati kelucuan, ketegangan dan kemanapun ia membawa kita mengelilingi Hollywood.