AFTER (2019): KARYA SASTRA KLASIK & PERGAULAN ANAK MUDA

After adalah sebuah film drama romantis yang mengisahkan hubungan rumit tapi konyol antara Tessa Young (Josephine Langford) dan Hardin Scott (Hero Fiennes-Tiffin). Keduanya berkuliah di tempat yang sama. Tessa, anak mama yang sangat mengutamakan belajar dan belajar. Sementara Hardin, ya… tipikal bad boy. Pertemuan antara mereka dari kamar asrama hingga ke sebuah pesta membuat mereka lambat laun semakin dekat. Tapi sayangnya, Tessa sudah punya pacar dan Ibunya menuntut banyak hal dalam kuliah dan kehidupannya. Sementara Hardin juga memiliki masalah keluarga yang coba ia selesaikan.

Film After disutradarai oleh Jenny Gage dan film ini merupakan debutnya di film panjang, film ini diadaptasi dari novel online dengan judul yang sama karya Anna Todd yang terkenal di Wattpad . Inspirasi Anna dalam membuat novel ini datang dari para personil boyband One Direction Harry Styles dan Zayn Malik, dalam sebulan tulisan Anna di Wattpad menjadi viral dan saat ini sudah dibaca 5 juta pengguna Wattpad.

Di film ini kedua karakter utama digambarkan memiliki kecintaan berat pada karya sastra adiluhung, terutama sastra klasik di balik gemerlap pergaulan mereka. Di awal film, penonton diperlihatkan novel-novel seperti Great Gatsby (F. Scott Fitzgerald), Wuthering Heights (Emily Bronte) dan Pride and Prejudice (Jane Austen). Sayangnya semua itu cuma tempelan dengan lem yang tidak kuat, pengantar kisah percintaan yang terasa agak tanggung untuk dinikmati. Andai saja bisa lebih dieksplorasi lagi bagaimana karya-karya sastra itu berpengaruh pada hubungan kedua karakter ini, sehingga bukan hanya eksploitasi kemesraan yang ditunjukkan secara berulang-ulang dan terus menerus.

Pergaulan anak-anak muda pun digambarkan dengan klise seperti film Amerika pada umumnya. Pesta, minuman keras, obat-obatan, sex, dan lain sebagainya. Andai saja ada sudut pandang lain yang dapat diberikan kepada penonton, sehingga dinamika cerita tidak terlihat seperti dipaksakan. Konflik keluarga di klimaks pun tidak terlalu berpengaruh terhadap jalannya cerita di film ini. Sebetulnya film ini punya potensi sebagai penyuluhan bagaimana menyikapi pergaulan tanpa kehilangan kendali. Tapi tertutupi dengan romansa kedua tokoh yang sepertinya berlebihan di film ini.

After tayang di bioskop Indonesia mulai tanggal 16 April 2019.