PENUTUPAN EUROPE ON SCREEN 2019 DIMERIAHKAN PARA PEMENANG EOS SHORT FILM PITCHING PROJECT

Setelah meraup 32.000 penonton selama 13 hari, festival film internasional terbesar di Indonesia Europe On Screen akhirnya ditutup dengan gemilang

Jakarta, 1 Mei 2019 — Setelah menayangkan 101 film dan program lainnya dari berbagai negara di Eropa selama 13 hari di 8 kota di Indonesia, festival film Europe on Screen ke-19 berakhir di Selasa 30 April 2019. Malam penutupan festival ditutup dengan memutar film Austria What Have We Done to Deserve This? disutradarai oleh Eva Spreitzhofer di Goethe Institut.

Festival Europe on Screen di Indonesia berhasil meraih 32.000 penonton yang menempatkannya sebagai salah satu festival film internasional terbesar di Asia Tenggara. Antusiasme para penggemar film Eropa telah dibangun oleh sederet pra-acara bertajuk Road to Europe on Screenyang pertama kali diadakan tahun ini dalam rangka menyambut festival utama dengan memutar film-film dari edisi Europe on Screen sebelumnya.

Menanggapi kesuksesan Europe On Screen 2019 ini, Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia, Yang Mulia Vincent Guerend mengatakan, “Saya bangga melihat apa yang telah diraih Europe On Screen selama bertahun-tahun dalam membawa kreatifitas dan bakat dari Eropa ke Indonesia serta mendukung pembuat film Indonesia dalam memproduksi film pendek. Para pemenang Europe On Screen Short Film Pitching Project tahun lalu: Lasagna dan Bangkis, adalah bukti dari bakat yang dimiliki sutradara muda Indonesia. Saya dan seluruh kedutaan besar Eropa di Indonesia serta pusat kebudayaan sangat menantikan edisi ke-20 Europe On Screen di 2020.”

Meninaputri Wismurti dan Nauval Yazid sebagai Festival Co-Director Europe on Screen menanggapi pertambahan jumlah penonton dengan positif. “Kali ini kami menambah ‘amunisi’ dengan memutar 101 film, menambah hari festival, tempat pemutaran baru serta kota dengan harapan bisa menggapai penonton Europe On Screen dari berbagai kalangan. Pertambahan penonton sebesar 30% ini membuktikan bahwa terbuka pasar bagi penayangan film-film Eropa dan sudah saatnya distributor film dan bioskop di Indonesia mau melihat sebagai kesempatan menambah pilihan tontonan di Indonesia”, jelas Meninaputri Wismurti, festival co-director.

Tahun ini Europe on Screen Short Film Pitching Program 2019 lewat para juri yang terdiri dari Rama Adi (produser, Marlina Si Pembunuh Dalam Empat Babak), Yandy Laurens (sutradara, Keluarga Cemara), Marissa Anita (aktor, Istirahatlah Kata-Kata), telah memilih proyek-proyek film pendek berikut:  

– Kisah Para Pencuri yang disutradarai oleh Erlangga Fauzan dan diproduksi Eleonora A Yunita bercerita tentang dua orang dengan latar belakang dan tujuan berbeda ketika datang ke sebuah mesjid, mendapatkan hadiah dana produksi parsial sebesar IDR 10.000.000 dari Europe On Screen, fasilitas pasca produksi serta 3 sesi kursus sinematografi, penyuntingan atau penulisan naskah film dari SAE Institute dan bingkisan dari Kemala Home Living.

– Forget the Bomb in the Backyard, We’re Fine! yang disutradarai oleh Lerryant Krisdy G.B dan diproduksi Fauzan Fadliansyah bercerita tentang paket misterius dalam sebuah asrama mendapatkan hadiah dana produksi parsial sebesar IDR 7.500.000 dari Europe On Screen, 2 sesi kursus penulisan naskah film dari SAE Institute dan bingkisan dari Kemala Home Living.  

– Nebeng (Bodies on the Road) yang disutradarai oleh M. Faisal Hibatullah dan diproduksi Arya Bima Perkasa bercerita tentang supir truk yang harus mengirim “bingkisan istimewa”, mendapatkan hadiah dana produksi parsial sebesar IDR 5.000.000 dari Europe On Screen, 1 sesi kursus penulisan naskah film dari SAE Institute dan bingkisan dari Kemala Home Living.

Ketiga ide cerita film pendek ini akan diproduksi dan ditayangkan pertama kali pada Europe on Screen 2020.

Salah satu juri dari Short Film Pitching Program 2019, Marissa Anita mengatakan, “Saya sangat kagum dengan berbagai macam cerita yang dipresentasikan di Europe On Screen Short Film Pitching Project ini. Hal ini menunjukkan adanya bakat berkualitas yang menjanjikan dari generasi pembuat film Indonesia selanjutnya.”

Film What Have We Done to Deserve This?, yang mendapatkan nominasi film terbaik di Zurich Film Festival 2018 dipilih menjadi film penutup karena kedekatan tema film ini dengan situasi di Indonesia. “Film penutup ini kami pilih karena berhasil membungkus isu-isu agama dan sosial lewat humor yang cerdas dan menghibur. Film yang merupakan box office di negaranya, Austria, juga membuktikan bahwa film Eropa sangat accessible dan bisa dinikmati oleh semua orang,” ujar Nauval Yazid, festival co-director.

Sampai jumpa di perayaan Europe on Screen ke-20 tahun 2020!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *