27 STEPS OF MAY RILIS 27 APRIL 2019 DI BIOSKOP-BIOSKOP

Karya terbaru Sutradara Ravi Bharwani yang berjudul 27 Steps of May rilis 27 April 2019 di bioskop-bioskop setelah ‘melangkah’ di beberapa festival film internasional. Film yang mengangkat isu trauma pasca kekerasan seksual terhadap perempuan ini membutuhkan waktu proses yang cukup panjang, yaitu sekitar lima tahun, mulai dari tahap riset sampai pasca produksi.

“Karena film ini menitikberatkan elemen-elemen visual dalam bercerita, maka semua elemen ini harus dibuat dan ditata secara detail dan rapi. Hal tersebut memerlukan ketelitian, kesabaran, dan tentunya waktu. Manajemen waktu ini yang menjadi tantangan paling berat. Bersyukur saya didukung dengan tim yang solid, sehingga bisa terlaksana dengan baik,” ungkap Ravi Bharwani, Sutradara dan Produser.

Fim ini diawali dengan adegan May (Raihaanun) yang berusia 14 tahun diperkosa oleh sekelompok orang tak dikenal. Akibat trauma yang mendalam, May menarik diri sepenuhnya dari kehidupan, dan menjalani hidupnya tanpa koneksi, emosi, dan kata-kata.

Peristiwa tersebut tidak hanya berdampak pada kehidupan May, tetapi juga Bapak (Lukman Sardi). Bapak May sangat terpukul dan menyalahkan diri nya karena tidak dapat menjaga putrinya. la memiliki karakter lembut yang siap mengorbankan segalanya untuk memberikan kenyamanan dan perlindungan bagi anaknya. Namun, di luar rumah, Bapak memiliki karakter yang herbeda, ia menyalurkan segala emosinya di ring tinju. Trauma yang mereka alami itu berlangsung hingga delapan tahun.

“Titik awal 27 Steps of May terinspirasi kekerasan Mei 1998. Film ini semacam alegori dari apa yang terjadi pada waktu itu. Selain itu, kisah May ini sangat universal. Siapa saja bisa mengalami, siapa saja bisa menjadi korban kekerasan seksual, Dan kami merasa beruntung sekali film ini bisa kami rilis ke penonton indonesia di waktu yang tepat-di saat isu kekerasan seksual sedang kencang kencangnya,” ujar Rayya Makarim, Penulis dan Produser.

Film berdurasi 112 menit ini dibintangi oleh Raihaanun, Lukman Sardi, Ario Bayu, dan Verdi Solaiman. Fim ini pertama kali diputar di Busan International Film Festival pada Oktober tahun lalu. Setelah itu 27 Steps of May diputar dibeberapa festival film internasional, antara lain Cape Town International Film Market & Festival, Goteborg Film Festival, dan Bengaluru International Film Festival.

“Waktu melihat rasa antusias yang besar dari penonton pada dua pemutaran di Indonesia Jogja-NETPAC Asian Fim Festival dan Plaza Indonesia Film Festival-saya semakin deg-degan sekaligus tidak sabar menanti 27 April nanti,” ujar Raihaanun.

Premiere film 27 Steps of May didukung oleh XXI Plaza Indonesia dan diadakan pada Selasa, 23 April 2019 “27 Steps of May mulai beredar di bioskop bertepatan dengan acara Women’s March pada tanggal 27 April 2019. Kami akan ikut long march, setelah itu kami mengadakan nonton bareng bersama partisipan Women’s March di XXI, Taman Ismail Marzuki,” ujar Wilza Lubis, Produser.

Lukman Sardi juga berharap film ini dapat dipertemukan dengan penontonnya di Indonesia sesegera mungkin. “Saya sangat menikmati proses syuting 27 Steps of May. Segala aspek aksi-reaksi yang ada antara pemain, sutradara, dan kru benar-benar klop, asik banget. Makanya saya sudah tidak sabar untuk rilis film ini.”

Verdi Solaiman juga menyatakan pengalamannya selama produksi film ini. “Saya nyaman dengan cara Ravi mengarahkan pemain-pemainnya, dan kami mendapatkan waktu dengan sutradara dan penulis untuk diskusi panjang lebar,” ujar Verdi.

27 Steps of May diproduksi oleh Green Glow Pictures can didukung oleh GO-STUDIO Sasha Sunu, VP Marketing GO-STUDIO, mengungkapkan bahwa film 27 Steps of May adalah sebuah karya yang patut membuat industri perfilman tanah air berbangga diri, karena sejak diputar di festival film Busan, Korea Selatan tahun lalu, film ini telah banjir pujan dari berbagai pihak “Film ini didesain untuk bertutur apik dengan caranya yang sangat khas dan menyentuh penonton dengan sengatan akan memori di tahun 98 silam, namun, diharapkan dapat memberikan makna dan kesan yang mendalam bagi siapa pun yang menontonnya.”

Film ini juga telah menyabet tiga penghargaan yaitu film terbaik (Golden Hanoman Award) kategori film panjang Asia terbaik di Jogja-NETPAC Asian Film Festival pada November 2018. Dan di Film Festival Tempo 2018 mendapatkan dua penghargaan untuk Rayya Makarim sebagai Penulis Skenario Pilihan Tempo dan Raihaanun sebagai Aktris Pihan Tempo pada ajang Film Festival Tempo 2018.